Sabtu, 13 Februari 2021 04:52 WIB
Penulis:Pratiwi

JAKARTA (sijori.id) – Pada 2020 sebanyak 6 juta merchant pengguna QR Code Indonesian Standard (QRIS). Itu angka di 34 provinsi, 480 kabupaten/kota, dan 85% di antaranya adalah UMKM.
Untuk mencapai target 12 juta merchant QRIS,Bank Indonesia (BI) bersama industri bersinergi mendorong perluasan pada 2021 ke berbagai komunitas.
Hal ini mengemuka dalam pertemuan BI dengan seluruh PJSP tentang Perluasan QRIS menuju 12 Juta Merchant pada Rabu 10 Februari 2021 di Jakarta.
“Komitmen tersebut juga dilakukan melalui sejumlah langkah peningkatan/perluasan jaringan dan fasilitasi penggunaan QRIS melalui merchant,” kata Erwin Haryono, Kepala Departemen Komunikasi mengutip keterangan resmi, Kamis, 11 Februari 2021.
Pada masa pandemi COVID-19 ini juga, BI bersama ASPI dan PJSP juga mengembangkan QRIS Tanpa Tatap Muka (QRIS TTM). Masyarakat cukup meminta gambar QRIS dari merchant dan menyimpannya di galeri gawai.
Jika ingin bertransaksi, pengguna cukup membuka aplikasi pembayaran, memilih menu unggah dari galeri pada gawai, pilih gambar QRIS merchant. Lalu masukkan nominal dan pastikan nama pedagang telah sesuai, masukkan PIN, dan bayar.
QRIS TTM dapat digunakan untuk menunjang pembelanjaan secara daring tanpa perlu bertatap muka. QRIS juga telah diterapkan sebagai salah satu metode pembayaran di berbagai sektor, sehingga mendorong efisiensi perekonomian.
Manfaat yang diperoleh tidak terbatas untuk transaksi perdagangan ritel di berbagai komunitas baik di pasar tradisional maupun modern dan universitas.
Namun QRIS juga digunakan untuk e-ticketing pariwisata, pendidikan, pesantren, transaportasi, parkir, e-retribusi Pemda, donasi sosial dan keagamaan.
Implementasi QRIS memberikan manfaat guna mendorong efisiensi perekonomian, mempercepat keuangan inklusif, dan meningkatkan daya saing industri, termasuk memajukan UMKM.
Ke depan, dukungan seluruh pihak termasuk masyarakat akan semakin mempercepat pemulihan ekonomi nasional. (*)
Bagikan