3 Bumbu Dapur untuk Dukung Kesehatan Pembuluh Darah

Senin, 06 April 2026 14:11 WIB

Penulis:Pratiwi

kunyit-jahe-bawang.jpg

(sijori.id) - Menjaga kesehatan pembuluh darah tidak selalu harus bergantung pada obat-obatan, terutama bagi individu tanpa faktor risiko tinggi. Sejumlah bahan dapur yang mudah ditemukan disebut dapat menjadi pendamping dalam menjaga kadar kolesterol dan fungsi kardiovaskular.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Erta, dalam akun medsosnya, menjelaskan bahwa bahan alami seperti bawang putih, kunyit, dan jahe memiliki kandungan yang berpotensi mendukung kesehatan pembuluh darah. Meski demikian, ia menegaskan bahwa bahan-bahan ini bukan pengganti terapi medis, khususnya bagi pasien dengan kondisi kolesterol tinggi atau penyakit kardiovaskular yang sudah terdiagnosis.

“Pada kondisi tertentu, pengobatan medis tetap diperlukan. Namun untuk pencegahan atau pendamping, pola makan sehat termasuk pemanfaatan bahan alami bisa membantu,” ujarnya.

 

Bawang Putih dan Kandungan Alisin
 

Bawang putih dikenal mengandung alisin, senyawa aktif yang dikaitkan dengan efek penurunan kolesterol jahat (LDL) serta membantu menjaga kelancaran aliran darah. Konsumsi bawang putih disarankan dalam kondisi segar atau setelah dihancurkan dan didiamkan beberapa menit untuk mengoptimalkan pembentukan alisin.

Pemanasan berlebih, seperti menggoreng hingga gosong, dapat menurunkan kandungan zat aktif tersebut.

 

Kunyit Bersifat Anti-inflamasi
 

Kunyit mengandung kurkumin, senyawa dengan sifat anti-inflamasi. Dalam konteks kesehatan pembuluh darah, peradangan kronis menjadi salah satu faktor awal terbentuknya plak aterosklerosis.

Faktor pemicu peradangan bisa beragam, mulai dari kebiasaan merokok, paparan polusi, stres, hingga kurang tidur. Konsumsi kunyit secara rutin dalam makanan atau minuman tradisional dinilai dapat membantu meredakan proses inflamasi tersebut.

 

Jahe dan Sirkulasi Darah
 

Jahe juga memiliki peran dalam mendukung kesehatan jantung, terutama melalui efeknya terhadap sirkulasi darah. Beberapa studi menunjukkan jahe dapat membantu menghambat pembentukan gumpalan darah, yang berisiko memicu serangan jantung dan stroke.

Konsumsi jahe dalam bentuk minuman hangat tanpa tambahan gula dinilai lebih sehat dibandingkan minuman kemasan tinggi gula.

 

Perlu Diimbangi Pola Hidup Sehat
 

Meski memiliki manfaat, dr. Erta mengingatkan bahwa konsumsi bahan alami tidak dapat menggantikan pola hidup sehat secara keseluruhan. Asupan makanan tinggi lemak jenuh, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan buruk lainnya tetap menjadi faktor utama risiko penyakit jantung.

“Bahan alami ini bukan solusi instan. Tetap harus diimbangi dengan pola makan seimbang, olahraga, dan kontrol kesehatan rutin,” katanya.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa pendekatan pencegahan berbasis gaya hidup, termasuk diet sehat, memiliki peran penting dalam menekan risiko penyakit kardiovaskular jangka panjang.

Dengan pemanfaatan bahan dapur secara tepat dan konsisten, masyarakat dapat mulai membangun kebiasaan hidup sehat dari lingkungan terdekat—yakni dapur sendiri. (*)