Uang
Minggu, 27 Februari 2022 23:02 WIB
Penulis:Pratiwi

JAKARTA (sijori.id) - Keuangan harus diatur. Bila tidak, kebutuhan hidup sulit dipenuhi. Ada beberapa kebiasaan yang kerap dilakukan yang jika diabaikan justru bisa membuat cepat bangkrut atau miskin.
Berikut beberapa kebiasaan buruk yang harus dihindari.
Suka Memamerkan Kekayaan
Media sosial kini menjadi cara termudah untuk memamerkan pencapaian kerja keras yang selama ini dilakukan. Hal inilah yang memicu munculnya istilah flexing atau menampilkan kekayaan demi mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Suka memamerkan kekayaan bisa berdampak pada kondisi keuangan karena bisa saja barang-barang yang dibeli bukan merupakan barang yang dibutuhkan. Bisa juga Anda membelinya hanya untuk sekadar dipamerkan di media sosial sehingga tidak mengherankan akan membuat Anda semakin konsumtif.
Mengaburkan Batas Antara Kebutuhan dan Keinginan
Masih berhubungan dengan poin pertama, tidak jelasnya antara barang yang dibutuhkan dengan barang yang diinginkan dapat memicu anak muda jadi cepat bangkrut. Secara teori, pembagian kedua pengeluaran tersebut tampaknya jelas. Namun, bisa saja Anda merasa perbedaan keduanya jadi tampak kabur.
Misalnya, Anda mungkin membenarkan saat mentraktir diri sendiri dengan makan malam di restoran setelah mengalami hal yang berat, bahkan jika makan tersebut telah melebihi anggaran ‘makan di luar’. Pengeluaran karena ‘self reward’ ini jika tidak diatur dengan baik bisa membuat kondisi keuangan jadi tidak stabil.
Tidak Melacak Pengeluaran
Kecuali Anda memang dapat mengingat setiap pembelian yang telah dilakukan sepanjang masuk dalam anggaran Anda, maka Anda tetap harus meninjau pengeluaran secara teratur. Jika sulit, Anda bisa mencoba untuk meluangkan sedikit waktu secara rutin menuliskan pengeluaran yang dilakukan tiap harinya.
Ingin Kaya Secara Instan
Semua kesuksesan butuh proses. Jika Anda mendengar godaan atau ajakan mengikuti investasi bodong dengan keuntungan yang tampaknya sangat muluk-muluk, sebaiknya Anda tidak menuruti ucapan orang tersebut. Oleh karena itu, Anda perlu lebih cermat jika ingin berinvestasi, dan berinvestasilah dengan aman dengan mempelajari instrumen investasi yang akan Anda gunakan. (*)
Bagikan