kolesterol
Rabu, 25 Februari 2026 10:02 WIB
Penulis:Pratiwi
Editor:Pratiwi

(sijori.id) - Kadar kolesterol tinggi masih menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Pola makan sehat dinilai berperan penting dalam menjaga kadar kolesterol tetap terkendali, selain olahraga dan pemeriksaan kesehatan rutin.
Sejumlah ahli gizi klinis menjelaskan, konsumsi makanan tinggi serat larut, lemak tak jenuh, serta antioksidan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menjaga kolesterol baik (HDL). Pendekatan ini direkomendasikan sebagai bagian dari terapi non-farmakologis bagi penderita dislipidemia ringan hingga sedang.
Berikut beberapa bahan alami yang secara ilmiah dikenal mendukung kesehatan jantung:
1. Okra (Bendi)
Okra mengandung serat larut yang membantu mengikat kolesterol di saluran pencernaan sehingga tidak seluruhnya diserap ke dalam darah.
2. Alpukat
Alpukat kaya lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fat). Jenis lemak ini terbukti membantu menurunkan LDL tanpa mengurangi HDL bila dikonsumsi dalam porsi wajar.
3. Bawang Putih
Bawang putih mengandung allicin, senyawa aktif yang dalam beberapa penelitian dikaitkan dengan penurunan kolesterol total dan perlindungan pembuluh darah.
4. Apel
Serat pektin dalam apel membantu mengurangi penyerapan kolesterol di usus. Konsumsi buah utuh lebih dianjurkan untuk mendapatkan manfaat optimal.
5. Minyak Zaitun
Minyak zaitun, khususnya extra virgin, mengandung antioksidan dan lemak tak jenuh yang mendukung elastisitas arteri serta mengurangi risiko peradangan.
6. Kacang Kenari
Kenari mengandung asam lemak omega-3 dan fitosterol yang berperan dalam menjaga keseimbangan profil lipid darah.
7. Oat
Oat kaya beta-glukan, sejenis serat larut yang secara klinis terbukti membantu menurunkan LDL dengan cara menghambat penyerapannya di usus.
8. Teh Hijau
Teh hijau mengandung katekin, antioksidan yang berkontribusi dalam membantu menurunkan kadar kolesterol serta menjaga kesehatan jantung.
Meski demikian, pakar kesehatan menekankan bahwa konsumsi bahan-bahan tersebut bukan pengganti pengobatan medis. Individu dengan kadar kolesterol tinggi tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi risiko kardiovaskular secara menyeluruh.
Pendekatan yang konsisten—meliputi diet seimbang, aktivitas fisik teratur, serta pengendalian berat badan—dinilai lebih efektif dalam jangka panjang dibandingkan mengandalkan satu jenis makanan tertentu. (*)
Bagikan