A350-1000 vs A350-900, Mana Lebih Bongsor?

Jumat, 13 Februari 2026 21:56 WIB

Penulis:Pratiwi

pesawat.jpg

(sijori.id) - Industri penerbangan jarak jauh kini bergeser ke pesawat berbadan lebar bermesin ganda yang lebih irit dan mampu terbang makin jauh. Di tengah tren itu, keluarga Airbus A350 jadi tulang punggung banyak maskapai dunia.

Dibangun dengan material komposit canggih, mesin generasi terbaru, dan desain aerodinamika modern, A350 sejak masuk layanan pertengahan 2010-an langsung naik kelas jadi flagship rute long-haul.

Dalam keluarga ini ada dua varian penumpang utama: Airbus A350-900 dan Airbus A350-1000. Sekilas mirip. Tapi urusan ukuran dan kapasitas, beda kelas.

 

Lebih Panjang, Lebih Muat

A350-900 punya panjang sekitar 66,8 meter. Sementara A350-1000 melar hingga 73,78 meter. Selisih hampir tujuh meter itu memberi ruang tambahan signifikan di kabin.

Efeknya? Maskapai bisa menambah baris kursi. Dalam konfigurasi maksimal satu kelas, A350-900 mampu menampung hingga 440 penumpang. A350-1000 bisa tembus 480 penumpang.

Bobotnya juga ikut naik. MTOW (maximum takeoff weight) A350-900 berada di kisaran 280 ton. A350-1000 naik menjadi sekitar 308 ton.

Karena lebih berat, A350-1000 dibekali mesin Rolls-Royce Trent XWB-97 dengan daya dorong hingga 97.000 pound. Sedangkan A350-900 memakai varian XWB-84 dengan dorong sekitar 87.000 pound.

Meski begitu, bentang sayap dan tinggi keduanya sama. Artinya, kedua tipe bisa memakai bandara dan gate yang sama. Maskapai yang mengoperasikan dua varian ini tak perlu pusing urusan infrastruktur.

 

Kabin Sama Nyaman

Dari sisi penumpang, pengalaman terbang nyaris identik. Penampang badan pesawat sama. Konfigurasi ekonomi umumnya 3-3-3 atau 3-4-3, dengan langit-langit kabin tinggi khas konsep Airspace Airbus.

Pencahayaan LED modern dan jendela dengan electronic dimming ikut menunjang kenyamanan penerbangan jarak jauh.

Beberapa maskapai memaksimalkan kapasitas. Maskapai bertarif rendah asal Prancis, French Bee, misalnya, memasang hingga 411 kursi di A350-900 dan 480 kursi di A350-1000.

Sebaliknya, Singapore Airlines memilih konfigurasi premium. Bahkan ada A350 dengan total hanya 161 kursi demi kenyamanan maksimal.

 

Adu Jarak Terbang

Soal jarak, dua-duanya masuk kasta elit.

A350-900 punya jarak tempuh sekitar 8.500 nautical mile (15.740 km). A350-1000 sedikit lebih jauh, hingga 9.000 nautical mile (16.670 km).

Varian ultra-long range (ULR) bahkan bisa terbang lebih dari 20 jam nonstop. Rute seperti New York–Singapura sudah dijalankan oleh Singapore Airlines dengan A350-900ULR. Sementara Qantas menyiapkan A350-1000ULR untuk proyek penerbangan nonstop jarak superjauh bertajuk Project Sunrise.

 

Siapa Paling Laris?

Dari sisi pesanan, A350-900 jauh lebih populer. Total keluarga A350 mengantongi 1.529 pesanan. Sebanyak 1.081 di antaranya untuk A350-900, sementara A350-1000 mencatat 367 pesanan.

Maskapai seperti Qatar Airways, Cathay Pacific, dan Air France jadi operator besar tipe ini.

Ke depan, Turkish Airlines diproyeksikan menjadi operator A350 terbesar dengan pesanan jumbo yang terus bertambah.

 

Bakal Ada A350-2000?

Isu varian lebih panjang, A350-2000, sempat mencuat. Presiden Emirates, Tim Clark, bahkan menyatakan tertarik jika Airbus benar-benar mengembangkannya.

Jika terealisasi, A350-2000 bakal berhadapan langsung dengan Boeing 777X dan menawarkan kapasitas tambahan 40–50 kursi dari A350-1000.

Untuk saat ini, duel utama tetap antara -900 dan -1000. Satu lebih fleksibel dan laris. Satunya lagi lebih bongsor dan berdaya angkut besar. Pilihan tinggal disesuaikan strategi maskapai. (*)