Senin, 14 September 2026 06:32 WIB
Penulis:Pratiwi

(sijori.id) - Adidas kembali melakukan eksperimen terhadap salah satu siluet sepatu paling ikoniknya. Kali ini, Samba yang selama puluhan tahun dikenal sebagai sepatu kasual dan olahraga mendapat interpretasi baru sebagai sepatu panjat tebing.
Model tersebut diberi nama Adidas Samba Climbing Shoe. Kehadirannya menjadi salah satu perubahan paling ekstrem terhadap desain Samba sejak pertama kali diperkenalkan sekitar 75 tahun lalu.
Samba awalnya dirancang oleh pendiri Adidas, Adi Dassler, sebagai sepatu sepak bola untuk digunakan di lapangan keras dan bersalju. Seiring waktu, model ini berkembang menjadi salah satu siluet paling populer Adidas dengan beragam sol, ratusan pilihan warna, serta berbagai kolaborasi.
Kini, karakter klasik tersebut dibawa ke dunia panjat tebing.
Secara tampilan, Adidas tetap mempertahankan konstruksi upper berbahan kulit yang menjadi ciri khas Samba. Versi terbaru ini juga hadir dengan kombinasi warna hitam dan putih yang identik dengan Samba klasik.
Detail tulisan berwarna emas pada bagian samping turut dipertahankan sehingga identitas Samba masih mudah dikenali.
Namun, perubahan besar terdapat pada bagian yang bersentuhan langsung dengan permukaan batu. Adidas mengganti sol karet gum khas Samba dengan Five Ten Stealth Rubber.
Material tersebut tidak hanya digunakan pada bagian outsole, tetapi juga menjalar ke area toe box. Lapisan suede yang biasanya menjadi bagian dari desain Samba digantikan oleh material Stealth Rubber untuk memberikan fungsi yang lebih sesuai dengan kebutuhan panjat tebing.
Five Ten Stealth Rubber sendiri dikenal sebagai salah satu compound karet yang digunakan pada sepatu panjat karena memiliki karakter yang dirancang untuk memberikan cengkeraman pada permukaan batu.
Langkah tersebut membuat Samba Climbing Shoe bukan sekadar perubahan kosmetik. Adidas memang mengarahkannya sebagai sepatu yang dapat digunakan untuk aktivitas panjat.
Meski demikian, masih ada pertanyaan mengenai seberapa jauh sepatu ini akan digunakan oleh pemanjat berpengalaman. Samba Climbing Shoe masih menggunakan sistem tali konvensional, bukan velcro yang banyak ditemukan pada sepatu panjat.
Upper berbahan kulit juga berpotensi lebih mudah mengalami goresan ketika bersentuhan dengan permukaan batu.
Dari sisi desain, bentuk Samba yang rendah memang cukup mudah diterjemahkan ke dalam konteks climbing. Konsep tersebut juga mengikuti tren sepatu approach yang menggabungkan fungsi outdoor dengan desain yang lebih fashionable.
Harga Adidas Samba Climbing Shoe
Adidas Samba Climbing Shoe dibanderol dengan harga 120 dolar AS atau sekitar Rp2 jutaan jika dikonversikan secara kasar, sebelum memperhitungkan pajak dan biaya lainnya.
Harga tersebut berada di kisaran bawah pasar sepatu panjat tebing. Strategi ini mengindikasikan Adidas kemungkinan menyasar pengguna panjat di gym atau pemula, bukan semata-mata pemanjat yang membutuhkan sepatu untuk menaklukkan rute dengan tingkat kesulitan tinggi.
Di Amerika Serikat, Adidas Samba Climbing Shoe dijadwalkan mulai dijual pada 6 Oktober 2026.
Kehadiran model ini menunjukkan bagaimana Adidas terus memperluas penggunaan siluet Samba. Setelah puluhan tahun menjadi ikon sepak bola dan fashion, Samba kini mendapat tempat baru di dunia panjat tebing dengan tetap mempertahankan tampilan klasiknya.(*)
Bagikan