AI Diklaim Pecahkan Kode Jerman yang Terkunci 108 Tahun

Senin, 28 September 2026 20:27 WIB

Penulis:Pratiwi

kode.jpg

(sijori.id) - Sebuah pesan radio militer Jerman dari Perang Dunia I yang terenkripsi selama lebih dari satu abad diklaim berhasil dipecahkan untuk pertama kalinya.

Pesan tersebut diperkirakan berisi informasi mengenai pergerakan sebuah kapal penjelajah Inggris dan satu skuadron Sekutu di sekitar Semenanjung Krimea.

Klaim keberhasilan memecahkan kode tersebut disampaikan oleh Prinz, pengembang yang melakukan analisis terhadap pesan radio berusia sekitar 108 tahun itu. Dalam prosesnya, ia menggunakan kecerdasan buatan (AI) GPT-Astra untuk membantu mengurai sandi.

Menurut laporan Tom's Hardware, hasil dekripsi kemudian diterjemahkan menjadi pesan yang berkaitan dengan pergerakan armada Inggris dan Sekutu di kawasan Krimea.

Pesan tersebut menjadi menarik karena sebelumnya termasuk komunikasi terenkripsi dari era Perang Dunia I yang belum berhasil dipecahkan.

Pesan Militer Jerman dari Era Perang Dunia I

Pesan radio itu merupakan bagian dari komunikasi militer Jerman pada masa Perang Dunia I. Enkripsi digunakan untuk menyembunyikan informasi strategis yang dikirim melalui radio, termasuk pergerakan kapal militer lawan.

Hasil pemecahan yang diklaim tersebut menunjukkan bahwa isi pesan berkaitan dengan keberadaan atau pergerakan kapal penjelajah Inggris serta skuadron Sekutu di sekitar Krimea.

Informasi itu kemudian disebut dapat dicocokkan dengan catatan pergerakan kapal pada periode yang sama. Salah satu pembanding yang disebut adalah catatan HMS Canterbury.

Pencocokan dengan catatan sejarah tersebut menjadi bagian penting untuk menilai apakah hasil dekripsi yang diperoleh benar-benar sesuai dengan konteks komunikasi militer pada masa itu.

AI Bantu Mengurai Sandi Lama

Dalam proses pemecahan kode, GPT-Astra disebut digunakan untuk membantu menganalisis pola dan struktur pesan terenkripsi. Penggunaan AI untuk memecahkan sandi sejarah menunjukkan bagaimana teknologi komputasi dapat digunakan untuk mengkaji kembali dokumen yang selama puluhan tahun sulit diinterpretasikan.

Meski demikian, klaim mengenai keberhasilan pemecahan kode perlu dibedakan dari fakta bahwa pesan tersebut memang telah berhasil diverifikasi secara independen. Hasil dekripsi dan metode yang digunakan perlu ditelaah lebih lanjut oleh peneliti kriptografi maupun sejarawan sebelum dianggap sebagai pemecahan yang telah terkonfirmasi secara luas.

Jika hasil tersebut terbukti akurat, pesan radio ini dapat memberikan tambahan informasi mengenai aktivitas militer dan pergerakan armada Sekutu di sekitar Krimea pada akhir Perang Dunia I.

Kasus tersebut juga memperlihatkan potensi AI sebagai alat bantu dalam penelitian sejarah, khususnya untuk menganalisis dokumen, kode, dan arsip lama yang sebelumnya sulit diuraikan dengan metode konvensional. (*)