atb batam
Kamis, 17 Juni 2021 22:17 WIB
Penulis:Pratiwi

BATAM (sijori.id) – Himpunan Kawasan Industri (HKI) menilai, pelayanan utilitas air bersih kota Batam harus dijaga di level tertinggi, agar menjaga citra Batam tetap positif di mata investor asing. Menurut Wakil Ketua HKI Indonesia OK Simatupang, dunia industri butuh suplai air yang terjamin 24 jam.
“Sebagai kota industri, berita tentang Batam selalu menarik perhatian dunia internasional,” ujar OK.
Industri merupakan salah satu pilar penopang perekonomian di Kepri, khususnya Batam. Kontribusi terhadap perekonomian mencapai lebih dari 60 persen, yang disumbangkan oleh industri pengolahan.
Batam sudah menikmati layanan air bersih yang tinggi selama puluhan tahun. OK mengatakan, selama puluhan tahun suplai air kepada industri lancar, hingga industri terbantu dalam tiap operasionalnya.
Karena itu, dia berharap kualitas itu tidak menjadi turun. Kalangan industri memiliki harapan besar lelang Sistem penyediaan Air Minum (SPAM) berjalan lancar. Dia berharap operator yang terpilih benar-benar profesional.
"Semua industri butuh air. Baik untuk urusan kecil, hingga untuk urusan produksi. Bahkan, ada sejumlah industri menggunakan air bersih sebagai komponen utama. Jadi, kami berharap yang terbaik dari BP Batam sebagai regulator SPAM," tuturnya.
Sebagai kota industri, Batam memiliki sekitar 1.309 industri unggul, baik dari penanaman modal asing (PMA), maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN), dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 169 ribu pekerja dari hasil produksi migas dan non-migas.
Wakil Ketua HKI Kepri, Tjaw Hioeng juga menegaskan, Batam butuh operator yang benar-benar profesional, dan memiliki manajemen pengelolaan air yang teruji. Pasalnya, kebutuhan air bersih industri akan meningkat seiring dengan pertumbuhan industri kota Batam.
“Industri yang menjadi tumpuan Batam dalam perekonomian berharap, agar sumber air bersih bisa dimaksimalkan,” ungkapnya.
Selama ini, Batam hanya mengandalkan hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya. Kondisi ini memberikan risiko tinggi bagi dunia industri. Karena, ketersediaan air bersih dan listrik menjadi jaminan yang ditawarkan kepada investor.
"Utilitas seperti air dan listrik juga menjadi jaminan yang kami tawarkan ke investor agar mau berinvestasi di Batam," ujarnya.
Dengan dibukanya lelang pengelolaan air bersih sebentar lagi, maka Tjaw berharap agar hasilnya nanti akan memberikan pelayanan yang bagus seperti yang sudah dilakukan operator sebelumnya.
"Ya, minimal setara atau bahkan lebih baik lagi. Perlu diingat bahwa Batam akan terus bertumbuh, sehingga harus ada jaminan bahwa suplai air harus kontinu," ucapnya dengan lugas. (*)
Bagikan