Sabtu, 01 Agustus 2026 13:41 WIB
Penulis:Pratiwi

(sijori.id) - Gelombang panas dan kekeringan ekstrem yang melanda Eropa pada musim panas 2026 menyebabkan permukaan sejumlah sungai utama menyusut hingga mencapai rekor terendah. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu pelayaran dan pasokan energi, tetapi juga mengungkap berbagai peninggalan bersejarah yang selama puluhan hingga ribuan tahun tersembunyi di dasar sungai.
Salah satu temuan paling menarik adalah fosil yang diduga milik mammoth purba di dasar Sungai Danube, Bulgaria.
Fosil Mammoth Ditemukan di Dasar Sungai Danube
Sisa-sisa hewan purba tersebut ditemukan pada Rabu (29/7) di dasar Sungai Danube yang mengering di dekat Desa Ryahovo, Bulgaria utara.
Direktur Museum Sejarah Regional di Kota Ruse mengatakan fosil yang ditemukan terdiri atas rahang bawah, dua gading, dan kemungkinan satu tulang rusuk. Seluruh temuan kini akan menjalani pengujian untuk memastikan apakah benar berasal dari mammoth purba.
Bangkai Kapal Berusia Puluhan Tahun Bermunculan
Surutnya Sungai Danube juga mengungkap bangkai kapal kargo Fulton di Kroasia. Kapal tersebut tenggelam pada 1937 saat mengangkut batu bara menyusuri sungai.
Sementara itu di Serbia, permukaan air yang terus menurun memperlihatkan bangkai kapal perang era Nazi yang selama puluhan tahun berada di dasar sungai.
Fenomena ini menjadi bukti nyata dampak kekeringan ekstrem yang melanda kawasan Eropa sepanjang musim panas.
Sungai Danube Capai Rekor Terendah
Sungai Danube, sungai terpanjang kedua di Eropa yang melintasi 10 negara, mengalami penyusutan hingga titik terendah dalam sejarah pengukuran di sejumlah wilayah.
Di Budapest, Hungaria, otoritas pengelola air mencatat tinggi permukaan Danube hanya sekitar 9 inci (23 sentimeter) pada Rabu (29/7), memecahkan rekor sebelumnya sebesar 13 inci (33 sentimeter) yang terjadi pada 2013.
Prakiraan cuaca menunjukkan belum ada hujan signifikan yang diperkirakan turun dalam beberapa hari ke depan sehingga kondisi diperkirakan masih akan memburuk.
Kekeringan Ancam Pasokan Energi dan Transportasi
Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan sektor lingkungan, tetapi juga memengaruhi energi, transportasi, hingga pariwisata.
Pemerintah Hungaria berencana menghentikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Paks, yang memasok hampir setengah kebutuhan listrik nasional, karena rendahnya debit Sungai Danube yang selama ini digunakan sebagai sumber air pendingin reaktor.
Di sektor logistik, kapal-kapal pengangkut barang terpaksa mengurangi muatan agar tidak kandas di sungai yang dangkal. Kondisi tersebut memperlambat distribusi barang sekaligus meningkatkan biaya transportasi.
Industri pariwisata juga terdampak. Sejumlah operator kapal pesiar sungai terpaksa membatalkan atau mengubah rute pelayaran. Bahkan, sebuah kapal pesiar sempat kandas di gundukan pasir Sungai Danube di Bulgaria.
Selain Danube, kekeringan juga melanda Sungai Doubs di perbatasan Swiss dan Prancis. Menurunnya debit sungai membuat Danau Brenets, yang menjadi salah satu destinasi wisata populer, hampir mengering sehingga banyak perahu terdampar di dasar danau.
Ilmuwan: Dampak Perubahan Iklim Semakin Nyata
Para ilmuwan menegaskan bahwa gelombang panas dan kekeringan ekstrem yang semakin sering terjadi merupakan dampak perubahan iklim akibat aktivitas manusia.
Profesor Meteorologi dan Ilmu Iklim Universitas Reading, Inggris, Hannah Cloke, mengatakan suhu tinggi menyebabkan tanah mengering, sungai menyusut, dan kebutuhan air meningkat secara bersamaan.
Menurutnya, musim panas ekstrem seperti yang terjadi saat ini akan semakin sering dialami apabila dunia tidak segera mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak, batu bara, dan gas. (*)
Bagikan