bp batam
Rabu, 18 Maret 2026 08:18 WIB
Penulis:Pratiwi

BATAM (sijori.id) — Arus mudik Lebaran 2026 di pelabuhan domestik Batam menunjukkan mobilitas masyarakat yang tinggi dengan kondisi operasional yang tetap aman dan terkendali. Data resmi Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat sebanyak 43.791 penumpang meninggalkan Batam selama periode 13–16 Maret 2026.
Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menjelaskan bahwa angka keberangkatan tersebut meningkat 4,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Kenaikan ini mencerminkan tren pertumbuhan mobilitas masyarakat yang konsisten selama musim angkutan Lebaran.
Di sisi lain, arus kedatangan penumpang tercatat mencapai 23.981 orang melalui pelabuhan domestik dalam wilayah kerja BP Batam. Menurut Benny, angka ini mengalami lonjakan signifikan sebesar 18 persen secara tahunan.
“Peningkatan kedatangan yang cukup tajam menunjukkan tingginya aktivitas perjalanan masyarakat selama periode mudik tahun ini,” ujar Benny dalam keterangan resminya, Selasa (17/3/2026).
Berdasarkan analisis tren historis serta mempertimbangkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 25–27 Maret 2026, BP Batam memproyeksikan puncak arus balik akan terjadi pada 27 hingga 29 Maret 2026. Proyeksi ini menjadi dasar penguatan kesiapan operasional di lapangan, termasuk penyesuaian jadwal kapal dan peningkatan kapasitas layanan.
BP Batam juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan memastikan pembelian tiket dilakukan melalui kanal resmi guna menghindari praktik percaloan yang berpotensi merugikan penumpang.
“Kami mengingatkan agar tiket dibeli melalui loket resmi atau platform daring yang bekerja sama dengan operator. Ini penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan perjalanan,” tegas Benny.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa optimalisasi pelayanan menjadi prioritas utama selama periode Angkutan Laut Lebaran 2026. Pihaknya telah mengoperasikan Posko Angkutan Laut Lebaran di sejumlah titik strategis sebagai pusat kendali terpadu.
Posko tersebut tersebar di beberapa pelabuhan utama, antara lain Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur, Terminal Ferry Domestik Sekupang, Harbour Bay Ferry Terminal, serta Terminal Bintang 99 Persada (Pelni).
“Kami memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan, keandalan jadwal kapal, serta sistem pelayanan berjalan optimal. Posko ini menjadi pusat kendali untuk merespons cepat dinamika di lapangan,” ujar Amsakar.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa penguatan koordinasi lintas instansi terus dilakukan, terutama di titik-titik dengan kepadatan penumpang tinggi.
Ia menyebut, jajaran pimpinan BP Batam telah melakukan peninjauan langsung ke Terminal Ferry Domestik Sekupang pada Minggu (15/3/2026) untuk memastikan standar pelayanan berjalan sesuai prosedur.
“Koordinasi antar-instansi terus kami perkuat guna menjamin perjalanan masyarakat tetap aman, nyaman, dan lancar. Aspek keamanan di titik padat penumpang menjadi perhatian utama,” ujar Li Claudia.
Sebagai bagian dari peningkatan layanan berbasis pengalaman lapangan (experience), BP Batam bersama pemangku kepentingan terkait juga memperkuat pengawasan operasional, kesiapan armada, serta manajemen arus penumpang. Langkah ini dinilai krusial untuk mengantisipasi lonjakan pada puncak arus balik mendatang sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap layanan transportasi laut di Batam.
Bagikan