Senin, 08 Maret 2021 23:37 WIB
Penulis:Pratiwi

BATAM (sijori.id) - Di Batam, kini, tidak leluasa membeli Premium, terutama untuk mobil. Pom bensin hanya membatasi pembelian maksimal Rp 100 ribu saja. Itu pun dengan antrean yang panjang.
Pemperintah Kota (Pemko) Batam pun mencari cara.
Salah satu yang mengemuka ialah penerapan kartu kendali untuk pembelian BBM jenis premium.
Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau mengatakan pihaknya bersama tim masih tetap menggelar rapat dua kali seminggu. Namun tetap, untuk perhitungan kuota atau batasan setiap kendaraan mendapatkan premium dengan kartu kendali belum diputuskan.
"Senin depan masih rapat terkait evaluasi rapat kemarin. Ini masalah data kendaraan, makanya agak lama mendapatkan hasil pasti," kata Gustian, kemarin.
Dikatakannya, dalam rapat Senin depan ( hari ini, red) pihaknya akan kembali memanggil seluruh SPBU di Batam. Hal itu terkait koordinasi rencana penerapan kartu kendali pembelian premium.
"Kami juga mempertanyakan bagaimana jika pembatasaan kuota premium segini, berapa jarak tempuh kendaraan nantinya, dan banyak hal lagi yang dikoordinasikan," imbuh Gustian.
Sebab, lanjut Gustian, dalam rapat pembahasaan rencana kartu kendali premium, ada juga tim yang mengusulkan opsi lain. Yakni pembelian premium dengan dua cara. Pertama dengan kartu kendali yang dibatasi pembelian dibatasi 20 liter perhari. Kemudian pembelian tanpa kartu kendali, namun nominalnya dibatasi lebih kecil dari menggunakan kartu kendali.
"Nah ini opsi lain lagi, ini yang mau kami pertegas seperti apa nantinya. Mudah-mudahan sebelum April sudah selesai," terang Gustian.
Dikatakan Gustian, dari 147 ribu KL premium untuk Batam, sekitar 5 persen atau 6 ribu KL diperuntukan bagi nelayan. Sedangkan sisanya untuk kendaraan roda empat dan dua.
"Sekarang memang tak ada informasi lagi kelangkaan, namun tujuan kartu kendali ini untuk antisipasi kedepannya. Apalagi kondisi masyarakat saat ini sedang sulit," pungkas Gustian. (*)
Bagikan