Sabtu, 09 Agustus 2025 13:16 WIB
Penulis:Pratiwi
Editor:Pratiwi

BATAM (sijori.id) — Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan tarif internasional, Batam justru mencatat lonjakan investasi pada Triwulan II 2025. Data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) menunjukkan, realisasi investasi mencapai Rp 9,6 triliun, naik 11 persen dibandingkan triwulan sebelumnya, serta tumbuh 97 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp 3,88 triliun atau 40,6 persen dari total investasi. Secara kuartalan, PMDN tumbuh 44 persen dan secara tahunan naik 105 persen.
“Sejak awal kami memegang mandat Presiden, kami langsung memastikan proses investasi berjalan cepat, transparan, dan berdampak. Kenaikan ini menunjukkan kepercayaan pasar semakin kuat,” kata Kepala BP Batam, Dr Amsakar Achmad, Rabu (6/8/2025).
Menurut Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, pelaku usaha nasional kini memainkan peran yang semakin besar di sektor-sektor strategis seperti logistik, pengemasan, dan energi bersih. Sektor-sektor ini sebelumnya lebih didominasi investor asing, namun kini mulai melibatkan perusahaan besar nasional hingga pelaku usaha lokal dalam rantai pasok.
“Kami menyaksikan perubahan struktur. PMDN kini menjadi bagian inti dari sistem produksi di kawasan, bukan sekadar pelengkap,” ujarnya.
Kebijakan tarif baru Amerika Serikat atas produk dari Asia Tenggara turut memicu relokasi dan restrukturisasi investasi global. Status Free Trade Zone dan efisiensi ekosistem industri membuat Batam menjadi pilihan strategis bagi investor.
Pakar ekonomi, Prof Dr Chablullah Wibisono, menilai kenaikan investasi domestik menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional. “Investasi yang sehat adalah yang memberi ruang bagi keterlibatan usaha lokal dan manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat,” katanya.
Semester I 2025: Konsolidasi Menuju Target
Secara kumulatif, realisasi investasi Batam Semester I 2025 berdasarkan LKPM mencapai Rp 18,18 triliun atau 49,15 persen dari target nasional Rp 36,99 triliun.
Versi perhitungan BP Batam, yang mencakup investasi PMA dan PMDN dalam bentuk modal tetap maupun modal lancar, mencatat realisasi Rp 33,72 triliun atau 56,2 persen dari target Rp 60 triliun. Angka ini tumbuh 64,94 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
“Yang kami ukur adalah investasi nyata—mulai dari mesin, bangunan, margin distribusi, jasa pemasangan, hingga biaya lain-lain yang diinvestasikan di Batam,” ujar Deputi Kepala BP Batam Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Djemy Francis.
Bagikan