Beda Expired, Best Before, dan Use By

Sabtu, 04 April 2026 20:33 WIB

Penulis:Pratiwi

exp.jpg
ilustrasi / sijori

(sijori.id) — Label tanggal pada makanan kemasan kerap membingungkan konsumen. Istilah seperti expired date, best before, dan use by date sering dianggap sama, padahal memiliki makna berbeda—terutama terkait keamanan pangan.

Dalam praktik di lapangan, masih banyak konsumen yang membuang makanan yang sebenarnya masih layak konsumsi, atau sebaliknya tetap mengonsumsi produk yang sudah berisiko bagi kesehatan.

 

Expired Date: Batas Aman Konsumsi

Expired date atau tanggal kedaluwarsa merupakan batas waktu maksimal suatu produk aman dikonsumsi. Setelah melewati tanggal ini, makanan berpotensi mengalami penurunan kualitas signifikan, bahkan dapat membahayakan kesehatan.

Menurut standar keamanan pangan yang juga digunakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan, produk yang telah melewati tanggal kedaluwarsa tidak dianjurkan untuk dikonsumsi karena berisiko mengandung mikroorganisme berbahaya atau mengalami kerusakan nutrisi.

Contohnya, mi instan atau makanan olahan lain yang telah melewati tanggal ini sebaiknya langsung dibuang, meskipun secara fisik tampak masih baik.

 

Best Before: Soal Kualitas, Bukan Keamanan

Berbeda dengan expired date, label best before menunjukkan batas waktu produk berada dalam kualitas terbaik—baik dari segi rasa, aroma, maupun tekstur.

Produk yang melewati tanggal ini umumnya masih aman dikonsumsi, selama tidak ada perubahan signifikan seperti bau tengik, perubahan warna, atau munculnya jamur.

Kategori ini biasanya ditemukan pada makanan kering seperti biskuit, sereal, gula, atau garam yang memiliki daya tahan lebih lama.

Namun, ahli gizi menekankan bahwa kualitas sensori tetap perlu diperhatikan. Penyimpanan yang tidak tepat, seperti suhu lembap atau paparan udara, dapat mempercepat penurunan kualitas meskipun belum melewati tanggal best before.

 

Use By Date: Risiko Mikrobiologis

Sementara itu, use by date berkaitan langsung dengan keamanan konsumsi berdasarkan potensi pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur.

Label ini umumnya digunakan pada makanan mudah rusak (perishable foods) seperti daging segar, ikan, dan produk susu.

Setelah melewati tanggal use by, produk tidak disarankan untuk dikonsumsi meskipun secara tampilan masih terlihat baik. Risiko keracunan pangan meningkat karena pertumbuhan bakteri tidak selalu dapat dideteksi secara visual.

 

Faktor Penyimpanan Sangat Menentukan

Selain tanggal pada kemasan, cara penyimpanan juga menjadi faktor krusial. Suhu dingin dalam lemari es, kebersihan wadah, serta kondisi kemasan sangat memengaruhi ketahanan produk.

Data dari berbagai lembaga keamanan pangan menunjukkan bahwa kesalahan penyimpanan menjadi salah satu penyebab utama kerusakan makanan sebelum waktunya.

 

Fenomena salah kaprah dalam membaca label pangan masih cukup luas. Banyak konsumen menganggap semua tanggal sebagai batas mutlak, padahal masing-masing memiliki fungsi berbeda.

Edukasi mengenai label ini dinilai penting untuk mengurangi risiko kesehatan sekaligus meminimalkan pemborosan makanan.

Memahami perbedaan ini membantu konsumen membuat keputusan yang lebih tepat—baik untuk menjaga kesehatan maupun mengelola konsumsi secara bijak.