bp batam
Senin, 02 Februari 2026 13:57 WIB
Penulis:Pratiwi

SINGAPURA (sijori.id) — Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan strategi transformasi Batam dari kawasan berbasis insentif menjadi platform eksekusi industri yang cepat dan efisien di Asia Tenggara.
Komitmen tersebut disampaikan Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, dalam ajang SMF Manufacturing Day Summit 2026 di Marina Bay Sands, Singapura.
Kehadiran BP Batam dalam forum tersebut mencerminkan upaya memperkuat posisi Batam sebagai mitra strategis industri global, seiring percepatan adopsi teknologi di era Industry 5.0.
Forum yang dihadiri pelaku industri, regulator, dan investor internasional itu menyoroti integrasi kecerdasan buatan (AI) serta penguatan ketahanan rantai pasok regional sebagai faktor kunci menghadapi volatilitas ekonomi global.
Sejumlah pejabat Singapura, termasuk Presiden Singapore Manufacturing Federation (SMF) Lennon Tan dan Minister of State for Trade and Industry Gan Siow Huang, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk meningkatkan daya saing industri kawasan.
Fary Djemy Francis menyatakan, kompetisi investasi kini bergeser dari adu insentif ke kecepatan realisasi proyek industri.
“Investor membutuhkan kepastian dan kecepatan eksekusi. Tantangan utama adalah meminimalkan ketidakpastian dan memangkas hambatan birokrasi,” ujar Fary.
Di sela kegiatan, BP Batam menggelar pertemuan dengan unit FDI Advisory United Overseas Bank (UOB) untuk memperkuat pipeline investor potensial serta merancang strategi promosi bersama guna menarik industri manufaktur berbasis teknologi tinggi ke Batam.
BP Batam juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui program Strategic Mentoring & Investor Insight Lab, yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan pendekatan berbasis solusi dalam menghadapi kebutuhan investor global.
Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, menambahkan bahwa reformasi perizinan dan layanan terintegrasi di Batam semakin mendukung operasional industri manufaktur berorientasi ekspor.
Dengan penyederhanaan regulasi dan penguatan infrastruktur, BP Batam optimistis Batam tetap menjadi salah satu tujuan utama ekspansi industri global di kawasan Asia Tenggara. (*)
Bagikan