bp batam
Senin, 09 Februari 2026 11:20 WIB
Penulis:Pratiwi

MARSEILLE–ROTTERDAM, (sijori.id) — Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat diplomasi industri maritim melalui serangkaian pertemuan strategis dengan pelaku industri dan logistik Eropa di sela forum Euromaritime 2026 di Marseille, Prancis. Langkah ini dilakukan untuk memperluas peluang investasi dan memperkuat posisi Batam dalam rantai pasok global.
Batam dinilai memiliki posisi strategis karena berada di jalur pelayaran utama Selat Malaka, salah satu rute perdagangan tersibuk di dunia. Di tengah meningkatnya persaingan global dalam sektor maritim, BP Batam mendorong pendekatan promosi yang tidak hanya berbasis potensi, tetapi juga berorientasi pada eksekusi investasi.
Delegasi BP Batam dipimpin oleh Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Fary Djemy Francis, didampingi Direktur Investasi Dendi Gustinandar, Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan Benny Syahroni, serta perwakilan Kadin Kepulauan Riau. Mereka melakukan berbagai pertemuan dengan perusahaan pelayaran, manufaktur komponen kapal, penyedia teknologi pelabuhan, operator logistik energi, hingga konsultan desain perkapalan dari sejumlah negara Eropa.
Dalam rangkaian agenda tersebut, BP Batam juga bertemu Konsul Jenderal Republik Indonesia di Marseille, Dian Kusumaningsih, yang menyampaikan dukungan diplomatik terhadap upaya penguatan jejaring investasi Indonesia di Eropa. BP Batam memaparkan perkembangan ekonomi Batam, status kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone), serta transformasi Batam menuju pusat industri maritim terintegrasi.
Menurut Fary Djemy Francis, BP Batam secara aktif menggelar puluhan pertemuan bilateral dengan pelaku industri maritim global untuk mendorong tindak lanjut investasi yang konkret.
“Pendekatan ini mencerminkan perubahan strategi dari promosi berbasis narasi menuju fasilitasi investasi yang fokus pada penyelesaian hambatan di lapangan,” ujarnya.
Salah satu pertemuan penting dilakukan dengan Senior Vice President Global Commercial Agencies Network CMA CGM, Ludovic Renou. Diskusi membahas penguatan layanan direct call, perkembangan industri dan logistik Batam, serta peluang Batam di tengah pergeseran pusat pertumbuhan perdagangan ke Asia. Pihak CMA CGM menyatakan ketertarikan untuk mengirim delegasi guna meninjau peluang investasi secara langsung.
Delegasi BP Batam juga bertemu dengan Chambre de Commerce et d’Industrie Marseille Provence (CCIAMP) untuk membuka peluang kolaborasi dengan ekosistem industri maritim Eropa Selatan. Agenda kemudian dilanjutkan di Belanda melalui dialog dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia di Belanda (ASPINA), yang menyoroti peran diaspora bisnis dalam membuka jalur investasi lintas negara.
Sebagai bagian dari diplomasi ekonomi, BP Batam melakukan audiensi dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung. Pertemuan tersebut membahas upaya mempercepat tindak lanjut peluang investasi dengan investor Eropa.
Rangkaian agenda ditutup dengan kunjungan benchmarking ke Port of Rotterdam Authority. Dalam pertemuan itu, kedua pihak bertukar pandangan mengenai transformasi pelabuhan modern menjadi ekosistem industri bernilai tambah yang terintegrasi dengan sektor energi dan logistik.
BP Batam menilai Batam memiliki potensi strategis di Selat Malaka, didukung pertumbuhan ekonomi yang kuat serta indikator kepelabuhanan yang menunjukkan tren positif.
Fary Djemy Francis menegaskan bahwa strategi BP Batam kini berfokus pada kepastian dan percepatan realisasi investasi. “Investor membutuhkan kepastian dan respons cepat. Pendekatan fasilitasi aktif membuat Batam tidak hanya masuk peta investasi global, tetapi menjadi lokasi implementasi nyata,” katanya. (*)
Bagikan