GQII 2025
Kamis, 16 Juli 2026 21:06 WIB
Penulis:Pratiwi

YOGYAKARTA (sijori.id) – Badan Standardisasi Nasional (BSN) memperkuat peran Indonesia dalam pengembangan sistem metrologi internasional melalui penyelenggaraan Asia Pacific Metrology Programme Mid-Year Meetings (APMP MYM) 2026 di Yogyakarta pada 13–17 Juli 2026. Forum yang mempertemukan National Metrology Institute (NMI) dari berbagai negara Asia Pasifik ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat kolaborasi teknis, harmonisasi sistem pengukuran, serta mendukung implementasi ekonomi sirkular.
Penyelenggaraan APMP MYM 2026 mengusung tema "Circular Economy for Future Sustainability", yang menekankan pentingnya sistem pengukuran yang akurat, tertelusur, dan diakui secara internasional sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Di tengah dinamika geopolitik global dan meningkatnya kebutuhan akan kemandirian sumber daya, ekonomi sirkular dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, metrologi berperan sebagai fondasi dalam menghasilkan data pengukuran yang andal sehingga mampu mendukung kebijakan berbasis bukti (evidence-based decision making).
BSN menjelaskan bahwa metrologi merupakan salah satu pilar utama infrastruktur mutu nasional, bersama standardisasi dan akreditasi. Sistem ini memastikan seluruh alat ukur yang digunakan di sektor industri, laboratorium, hingga perdagangan memiliki ketertelusuran terhadap standar nasional maupun internasional.
Keandalan sistem pengukuran tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri nasional, memperlancar perdagangan internasional, sekaligus memperkuat perlindungan konsumen.
Chairperson APMP, Dr. Gregory Goh, mengatakan metrologi memiliki peran yang semakin strategis dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
"Metrologi memainkan peran vital sebagai fondasi sistem pengukuran terpercaya yang tidak hanya mendukung keberlangsungan industri, tetapi juga memfasilitasi pengambilan keputusan yang akurat di tengah tuntutan pembangunan berkelanjutan dan kemandirian regional," ujarnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) BSN sekaligus Kepala National Metrology Institute (NMI) Indonesia, Y. Kristianto Widiwardono, menekankan pentingnya kolaborasi teknis antarnegara untuk membangun kepercayaan dalam sistem pengukuran global.
"Dengan meningkatkan kerja sama teknis dan membangun rasa saling percaya, kita dapat memperkuat peran metrologi dalam mendukung perdagangan yang adil, perlindungan konsumen, serta inovasi untuk pembangunan berkelanjutan," kata Kristianto.
Ia menambahkan, melalui partisipasi aktif di APMP, Indonesia terus memperkuat ketertelusuran hasil pengukuran nasional terhadap Sistem Satuan Internasional (SI), sehingga hasil pengukuran Indonesia memperoleh pengakuan secara global.
Indonesia Miliki 165 Kemampuan Pengukuran Berstandar Internasional
Komitmen Indonesia dalam memperkuat sistem metrologi juga tercermin dari capaian infrastruktur pengukurannya. Hingga saat ini, BSN telah mencatatkan 165 Calibration and Measurement Capabilities (CMC) yang diakui secara internasional.
Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ketiga di Asia Tenggara, sekaligus memperkuat posisi nasional dalam mendukung perdagangan lintas negara melalui hasil pengukuran yang diakui dunia.
Selain itu, sepanjang 2025 BSN menerbitkan 2.549 sertifikat kalibrasi untuk berbagai sektor strategis guna mendukung kebutuhan industri nasional, termasuk dalam menghadapi transisi menuju ekonomi hijau.
Tidak hanya menjadi tuan rumah APMP MYM 2026, Indonesia juga memperkuat perannya dalam organisasi metrologi kawasan melalui berbagai posisi strategis.
Personel BSN saat ini menjabat sebagai Ketua APMP Developing Economies' Committee (DEC), Co-Convener APMP–APAC Joint Proficiency Testing Working Group, serta tiga DEC Champion pada komite teknis bidang panjang, fotometri dan radiometri, serta kelistrikan dan magnetisme.
Peran tersebut melanjutkan kiprah Indonesia dalam berbagai agenda internasional sebelumnya, termasuk penyelenggaraan APMP Energy Efficiency Focus Group (EEFG) 2025, DEC Workshop on Digital Transformation with DCC Hands-On Training 2025, serta 2nd Workshop on the Development of APMP DEC Strategic Planning 2027–2029 pada April 2026.
Selama lima hari pelaksanaan, APMP MYM 2026 menggelar rapat komite, simposium internasional, lokakarya teknis, hingga kunjungan laboratorium. Seluruh agenda tersebut bertujuan memperkuat harmonisasi sistem pengukuran di kawasan Asia Pasifik, meningkatkan kolaborasi antarlembaga metrologi nasional, serta mendukung perdagangan yang adil, daya saing industri, dan implementasi ekonomi sirkular yang berkelanjutan. (*)
Bagikan