Rabu, 17 Februari 2021 22:41 WIB
Penulis:Pratiwi

BATAM (sijori.id) - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin, dalam surat edaran menyebutkan, ada penurunan suku bunga pinjaman dana bergulir. Sebelumnya ditetapkan 6 persen, turun menjadi 4 persen.
Langkah ini diambil dalam upaya membantu pelaku usaha mikro koperasi guna mengembangkan usaha dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman dana bergulir dari pemerintah.
Langkah ini juga sekaligus mendukung program pemerintah pusat dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi rasional. Pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020 tentang pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional dalam rangka mendukung kebijakan keuangan negara untuk penanganan Pandemi Covid-19, atau yang membahayakan stabilitas sistem keuangan serta penyelamatan ekonomi nasional.
Adapun ketentuan yang ditetapkan di antaranya, tingkat suku bunga yang awalnya 6 persen turun menjadi 4 persen. Besaran pinjaman untuk usaha mikro maksimal Rp 100 juta. Besaran pinjaman untuk koperasi maksimal Rp 300 juta. Jaminan berupa sertifikat tanah dan bangunan yang berada di wilayah Kota Batam.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) Kota Batam, Suleman Nababan, mengatakan sejauh ini ada ribuan usaha kecil menengah yang jadi binaan Dinas KUKM Batam.
”Tentu langkah ini (penurunan suku bunga, red) angin segar bagi para pelaku usaha kecil di Batam,” kata Kadis KUKM, seperti dilansir dari batampos.id.
Namun, informasi mengenai dana bergulir ini, Suleman mempersilakan masyarakat langsung mendatangi Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD).
Sementara itu, Robert, salah satu pelaku usaha kecil menengah berharap mendapat bantuan dana bergulir ini. Terlebih, suku bunga yang diberikan rendah.
”Baru dapat informasi. Secepatnya akan saya urus,” ungkap Robert.
Hal senada juga dikatakan Imron, pelaku usaha air minum isi ulang di Tiban, Sekupang.
”Karena banyak yang belum tahu, kalau melihat kondisi saat ini tentu akan sangat membantu para pelaku UMKM,” katanya. (*)
Bagikan