teknologi
Sabtu, 17 Januari 2026 21:33 WIB
Penulis:Pratiwi

(sijori.id) - Kode batang atau barcode yang tercetak pada kemasan produk menyimpan informasi penting yang dapat dibaca melalui pola garis hitam dan putih. Meski tampak sederhana, barcode memiliki struktur dan aturan yang sangat terstandar.
Satu barcode terdiri atas 95 batang hitam dan putih yang tersusun berurutan. Pola awal dan akhir barcode selalu sama, yakni hitam–putih–hitam. Di bagian tengah, terdapat pola pemisah tetap berupa putih–hitam–putih–hitam–putih.
Selain bagian awal, tengah, dan akhir, seluruh batang lainnya berfungsi untuk mengodekan angka. Setiap tujuh batang mewakili satu digit angka. Secara keseluruhan, barcode memuat 12 digit numerik.
6 digit pertama di sisi kiri dikodekan menggunakan sistem L code, sementara 6 digit di sisi kanan menggunakan R code. Digit pertama menunjukkan sistem penomoran yang digunakan. Digit kedua hingga keenam merepresentasikan kode produsen. Digit ketujuh sampai kesebelas menunjukkan kode produk.
Adapun digit ke-12 berfungsi sebagai angka pemeriksa (check digit). Angka ini dihitung berdasarkan sebelas digit sebelumnya untuk memastikan data barcode terbaca dengan benar.
Dengan memahami pola dan struktur tersebut, barcode tidak lagi sekadar deretan garis, melainkan sistem identifikasi global yang memungkinkan produk dikenali secara cepat dan akurat. (*)
Bagikan
teknologi
sebulan yang lalu
teknologi
3 bulan yang lalu