Catatkan Isoman Anda ke Puskesmas

Jumat, 13 Agustus 2021 11:38 WIB

Penulis:Pratiwi

Puskesmas OKI.jpeg
Petugas puskesmas memasang tanda isoman di rumah warga.

BATAM (sijori.id) - Ketua IDI Kepri, dr Rusdani, memiliki catatan menarik seputar isoman yang dilakukan warga.
 

"Beberapa waktu lalu saya meeting dengan dokter spesialis paru. Beliau ini mengatakan tingkat kematian meningkat ini, disebabkan terlambat datang ke rumah sakit. Saat saturasi sudah jauh menurun, baru datang ke rumah sakit. Saturasi jauh menurun itu, susah menstabilkannya kembali," ungkap Rusdani.

Ia mengatakan kebanyakan masyarakat datang mendadak ke rumah sakit, saat saturasinya sudah dibawa 90an.

"Sudah agak repot. Tapi apabila datang saat saturasi masih diatas 90, datang ke rumah sakit masih aman (Segera teratasi)," ujarnya.

Rusdani mengatakan beberapa kasus yang terlambat datang ke rumah sakit ini, adalah orang-orang menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Tapi dapat dibedakan, ada yang tercatat (melaporkan diri) dan ada juga yang tidak tercatat. Biasanya yang tercatat ini, sudah paham dan mengerti prosedur isoman. Nah yang menjadi masalah itu adalah isoman yang tidak tercatat," ungkap Rusdani.

Isoman yang tidak tercatat, kata Rusdani adalah orang-orang yang menjalani isolasi mandiri, karena merasa memiliki gejala Covid-19 atau merasa tidak sehat.

"Jadi mereka ini memilih di rumah, dan takut ke rumah sakit. Biasanya merasa takut dibilang Covid. Padahal orang-orang seperti ini beresiko. Karena begitu sudah gejala berat, sesak napas, baru lari ke rumah sakit. Saat hasil antigen positif, keluarganya tidak terima," ujar Rusdani.

Rusdani berharap ada kesadaran dari masyarakat, apabila memiliki gejala agar segera melapor ke puskesmas, dokter atau rumah sakit. Sehingga segera mendapatkan pengobatan.

"Deteksi dini sangat penting, artinya semakin cepat terdiagnosa, semakin cepat mengobatinya. Saat terlambat, yah resikonya jadi berat. Sebab kalau virus ini sudah berkembang, bakal susah jadinya," tuturnya.

Sinyalir itu didengar  pula oleh Kepala Dinas Kesehatan Kepri, M Bisri. Ia mengaku mendapatkan informasi ini. Ia mengatakan beberapa kali menerima laporan ini dari rumah sakit. 

"Biasanya orang-orang ini langsung di ICU. Sudah buruk (kondisinya)," kata Bisri.

Bisri mengatakan hal ini disebabkan, karena masyarakat takut datang ke rumah sakit. Sehingga mencoba melakukan pengobatan sendiri. Tapi begitu virus sudah berkembang, sehingga saat datang ke rumah sakit sudah terlamabt.

"Ada masyarakat berpikir hanya menderita flu biasa. Tapi sebaiknya, apabila sakit segeralah ke pusat pelayanan kesehatan, agar mendapatkan kejelasan dari ahlinya," ujarnya.

Ia berharap masyarakat lebih peduli dengan kondisi tubuhnya. Apabila memang memiliki gejala Covid-19, Bisri berharap masyarakat dapat segerang melaporkan diri ke puskesmas.

"Masyarakat harus lebih proaktif, jangan sampai tak bisa napas baru begerak," pungkasnya.