Daftar Gedung Tertinggi Dunia 1909-2026

Selasa, 26 Mei 2026 10:09 WIB

Penulis:Pratiwi

cakar-langit.jpg
ilustrasi gedung pencakar langit | unsplash

(sijori.id) - Selama lebih dari satu abad, persaingan membangun gedung tertinggi di dunia terus berubah dari Amerika Serikat ke Asia dan Timur Tengah. Jika pada 1909 gelar gedung tertinggi dunia dipegang oleh Metropolitan Life Tower di New York dengan tinggi 700 kaki, kini rekor tersebut dikuasai Burj Khalifa di Dubai yang menjulang hingga 2.717 kaki atau sekitar 828 meter.

Data terbaru dari Council on Vertical Urbanism menunjukkan daftar gedung yang pernah menyandang status tertinggi dunia sejak 1909 hingga 2026. Dalam metodologinya, hanya bangunan yang memiliki lantai dan dapat digunakan yang masuk kategori gedung tertinggi, sehingga menara seperti CN Tower di Kanada tidak dihitung.

 

Era Dominasi New York

Pada sebagian besar abad ke-20, Amerika Serikat menjadi pusat perkembangan gedung pencakar langit dunia, khususnya New York City.

Dominasi dimulai saat Metropolitan Life Tower resmi menjadi gedung tertinggi dunia pada 1909 dengan tinggi 213 meter. Status itu kemudian direbut Woolworth Building pada 1913 sebelum akhirnya digantikan Chrysler Building pada 1930.

Chrysler Building dikenal sebagai gedung supertinggi pertama di dunia dengan desain Art Deco ikonik. Gedung ini memenangkan persaingan pembangunan tertinggi setelah diam-diam memasang menara setinggi 125 kaki di bagian puncaknya.

Namun rekor itu hanya bertahan singkat. Pada 1931, Empire State Building resmi dibuka dan langsung menjadi gedung tertinggi dunia dengan tinggi mencapai 381 meter atau 1.250 kaki.

Meski menjadi simbol modernisasi Amerika, gedung tersebut sempat dijuluki “Empty State Building” pada era Depresi Besar karena tingkat hunian yang rendah.

 

Twin Towers dan Kebangkitan Chicago

Rekor Empire State Building bertahan lebih dari 40 tahun hingga akhirnya dikalahkan oleh One World Trade Center atau North Tower dari kompleks World Trade Center pada 1972.

Gedung setinggi 417 meter itu kemudian menjadi ikon kawasan finansial New York sebelum hancur dalam tragedi September 11 attacks pada 2001.

Dua tahun setelahnya, Chicago kembali menunjukkan dominasinya melalui pembangunan Willis Tower yang sebelumnya dikenal sebagai Sears Tower.

Dengan tinggi mencapai 442 meter, gedung tersebut mempertahankan status tertinggi dunia selama hampir 25 tahun.

 

Asia Kuasai Persaingan Gedung Tertinggi

Dominasi Amerika Serikat berakhir pada 1998 ketika Petronas Towers di Malaysia resmi menjadi gedung tertinggi dunia dengan tinggi 452 meter.

Keberhasilan Petronas Towers menandai pertama kalinya dalam beberapa dekade gedung tertinggi dunia berada di luar Amerika Serikat. Menara kembarnya unggul berkat tambahan struktur puncak atau spire yang menjadi bagian dari tinggi arsitektural.

Setelah itu, rekor berpindah ke Taipei 101 pada 2004 sebelum akhirnya dikalahkan Burj Khalifa pada 2010.

Burj Khalifa kini berdiri hampir empat kali lebih tinggi dibanding Metropolitan Life Tower yang menjadi gedung tertinggi dunia pada awal abad ke-20.

 

Jeddah Tower Berpotensi Pecahkan Rekor Baru

Dominasi Burj Khalifa diperkirakan akan berakhir dalam beberapa tahun mendatang. Jeddah Tower yang sedang dibangun di Arab Saudi diproyeksikan menjadi gedung pertama di dunia dengan tinggi lebih dari satu kilometer.

Pembangunan gedung tersebut dimulai sejak 2013, namun sempat mengalami berbagai penundaan. Hingga April 2026, konstruksi baru melewati lantai ke-100.

Jika rampung sesuai rencana pada 2028, Jeddah Tower diperkirakan memiliki tinggi sekitar 3.300 kaki atau lebih dari 1.000 meter, sekitar 500 kaki lebih tinggi dibanding Burj Khalifa. (*)