Dari Bawah Tanah, Memantau Perang di Ukraina

Selasa, 12 September 2023 22:35 WIB

Penulis:Pratiwi

miley 2.jpg

 

 

WASHINGTON (sijori.id) - CBS Sunday Morning berhasil mendapat akses ke ruang dimana Pentagon secara realtime memantau perang di Ukraina. Fasilitas itu disebut terletak di bawah tanauh jauh di dalam perut Pentagon.

Dari ruangan ini Amerika memantau apa yang terjadi di medan perang Ukraina. Dan selanjutnya memberikan berbagai data intelijen penting ke Ukraina. Termasuk target penting.

Hampir pasti apa yang ditampilkan dalam tayangan CBS Minggu 10 September 2023 tersebut hanya secuil dari rahasia besar yang ada di ruang tersebut. Ada tayangan yang menampilkan peta pergerakan pasukan. Tetapi jelas itu bukan peta asli milik Pentagon. Tetapi diambil dari intelijen sumber terbuka.

Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Jenderal Mark Milley yang mengajak CBS mengatakan di  dalam pusat komando rahasia ini  petugas memantau apa yang terjadi di lapangan. Tentu saja menggunakan berbagai aset entah itu satelit atau pesawat mata-mata mereka.  Semua informasi intelijen  kemudian dikumpulkan dan dianalisa.

Dari ruangan ini Amerika juga terus menganalisa apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh Ukraina untuk serangannya. Milley  mengakui kabut dan gesekan perang selalu ada. Namun dia memastikan sistem informasi mereka cukup bagus.

Sejak perang dimulai, pusat komando ini terus mengawasi invasi Rusia selama 24 jam selama 7 hari. Mereka bisa menyaksikan berbagai serangan terhadap kota-kota. Menurut CBS,  perkiraan korban terbaru Ukraina telah kehilangan 200.000 tentara yang meninggal atau terluka.  Sementara Rusia kehilangan 300.000 tentara.

Mungkin tidak  ada orang Amerika lain yang terlibat lebih dalam dalam perang di Ukraina selain Milley. Dia mengaku terus berbicara dengan Jenderal Valery Zaluzhny. Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina. Setiap minggu kadang dua hingga tiga kali dia melakukan kontak telepon.

Saat ditanya apakah sebelumnya Milley pernah  melihat pertempuran seperti yang terjadi di Ukraina sekarang? Jenderal tertinggi Amerika ini secara tegas mengatakan tidak. "Saya telah terlibat dalam banyak baku tembak. Saya telah diledakkan beberapa kali di dalam kendaraan. Namun tidak pernah sampai pada tingkat intensitas seperti ini." katanya

Selama 100 hari terakhir pasukan Ukraina telah menembakkan artileri dengan kecepatan yang menurut para pejabat Amerika tidak berkelanjutan.  Serangan ini dibantu oleh Milley dalam perencanaan terutama menghadapi perlawanan  keras Rusia yang diluar  perkiraan.  Miley mengkaui serangan berjalan lebih lambat dari perkiraan orang-orang.  Tetapi menurutnya,  itulah perbedaan antara perang di atas kertas dan perang sesungguhnya.  

“Yang terjadi adalah  orang-orang yang benar-benar terbunuh dan kendaraan-kendaraan yang  benar-benar meledak,” katanya.

Dengan melihat situasi sekarang ini, menurut Milley pertanyaan adalah  sampai berapa lama kemauan politik rakyat Ukraina akan bertahan dalam tingkat pembantaian ini? Hal  yang sama juga berlaku di Rusia. Dan jawabannya  masih belum diketahui.

Amerika sejauh ini telah memberikan dan menjanjikan bantuan militer senilai US$44 miliar  kepada Ukraina. Namun selama ini tidak banyak bicara mengenai intelijen yang sebeanrnya juga sama berharganya.
 

 

Membantu Ukraina

Saat ditanya apakah Amerika berbagi informasi dengan Ukraina tentang apa yang mereka ketahui tentang pergerakan pasukan Rusia, Milley menjawab ya. Dia memastikan  saluran intelijen mereka ke Ukraina cukup terbuka. Dan tentu saja, CIA dan antarlembaga, NSA, dan semua pihak cukup terbuka menyalurkan informasi intelijen  ke Ukraina.

Apakah juga membantu Ukraina memilih target? Milley menyebut pemilihan target dan wewenang untuk menyerang ada di tangan Ukraina. Apa yang mereka lakukan adalah memberi mereka kesadaran situasional.

Saat didesak apakah Amerika memberi tahu ukraina tentang keberadaan pos komando Rusia, atau gudang senjata? Milley sekali lagi hanya mengatakan pihaknya  akan memberi Ukraina kesadaran situasional sebaik yang kami bisa berikan. Dia juga menengaskan Amerika membantu Ukraina mempertahankan diri. Hal itu diungkapkan saat ditanya apakah yang terjadi merupakan perang proxy.

Tujuan Ukraina saat ini adalah mencapai persimpangan kota Melitopol. Dari posisi ini  mereka akan mampu membelah wilayah pendudukan Rusia menjadi dua. Namun dengan  berakhirnya musim panas, akan  datang kondisi yang lebih menantang. Yakni  hujan musiman tiba di bulan Oktober. Milley mengatakan masalah sebenarnya bukan pada musim dingin. Tetapi hujan  yang membuat tanah menjadi lunak dan tidak dapat digunakan untuk melakukan manuver darat.

Ukraina sekarang berkejaran dengan waktu. Menurut Milley Ukraina akan memiliki waktu pertempuran efektif 30-40 hari lagi.

Jenderal Milley juga tidak bisa meramal sampai kapan perang ini akan terjadi. Saat ini tidak ada pihak yang mencapai tujuan politik mereka melalui cara-cara militer.  Dan  perang akan terus berlanjut sampai salah satu pihak mencapai tujuan tersebut. “Atau kedua belah pihak  memutuskan bahwa sudah waktunya  melakukan hal yang sama  di meja perundingan. Ini karena mereka tidak dapat mencapai tujuan mereka melalui cara militer.” katanya. Dan waktu untuk itu belum tiba. (*)