Desa Wisata Penglipuran, Desa Terbersih di Dunia

Selasa, 26 Oktober 2021 06:22 WIB

Penulis:Pratiwi

penglipuran.jpg
Desa Penglipur di Bangli, Bali patut jadi dicontoh sebagai desa bersih.

 


BANGLI (sijori.id) – Kebersihan dan pesona alam Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Bali tiada tara.

Sebuah desa yang memadukan keindahan alam dan budaya.

Desa Penglipuran merupakan salah satu desa wisata adat terbaik dan terbersih se-dunia (Green destination dari Sustainable Destinations Top 100) versi Green Destinations Foundation.

“ini (pengelolaan desa wisata) harus ditiru desa-desa lain yang memiliki potensi wisata alam dan budaya seperti Penglipuran,” ujar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar saat berkunjung ke  sana, Minggu (24/10/2021)

"Desa wisata jangan sampai keluar dari alam, jangan keluar dari akar budaya. Kalau tidak, wisatanya cenderung tidak akan bertahan lama," ujar Pak Menteri.

Menurutnya, budaya Indonesia yang paling khas dan menarik banyak wisatawan, adalah budaya-budaya yang bersifat sakral. Tentu saja bukan budaya yang dibuat-buat, namun budaya tersebut telah turun temurun diwariskan oleh para leluhur terdahulu.

"Yang menarik di Bali ini, di kota saja selalu ada perempuan pakai baju adat, sesajen, tanpa menghiraukan hiruk pikuk, itu menarik. Itu kan bukan dibuat-buat, tapi emang itu ritual rutin yang dilakukan masyarakat," jelasnya.

Selain itu, pengembangan desa wisata berbasis akar budaya sejalan dengan tujuan SDGs Desa ke-18 yakni Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif.

"SDGs Desa ke-18 banyak sekali impact-nya. Melibatkan kelembagaan desa adat, ini perlu dihidupkan kembali," ujarnya.

Menurut Bendesa Adat (Kepala Desa Adat) Penglipuran, I Wayan Budiarta, Desa Wisata Adat Panglipuran dibangun dengan Konsep Tri Mandala, dimana tata ruang desa dibagi menjadi tiga wilayah yakni Utama Mandala, Madya Mandala, dan Nista Mandala.

Hutan bambu yang mengelilingi desa ini terus dijaga dan dilestarikan sampai saat ini, sebagai bentuk pelestarian warisan dari para leluhur, dan wujud nyata dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Selain itu, ritual adat yang selalu dilaksanakan warga desa, dan suguhan kuliner khas Loloh Cemcem dan Tipat Cantok menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Desa Penglipuran telah menerima banyak penghargaan dari dalam maupun luar negeri, diantaranya; desa wisata terbersih versi majalah internasional Bombastic tahun 2017, Kalpataru, Indonesia Sustainable Tourisme Award (ISTA) tahun 2017, dan 3 (tiga) besar green destination dari Sustainable Destinations Top 100 versi Green Destinations Foundation tahun 2019.