Investasi
Selasa, 29 Juni 2021 13:55 WIB
Penulis:Pratiwi

BATAM (sijori.id) - Realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mengalami penurunan signifikan di triwulan I.
Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Badan Pengusahaan (BP) Batam, Endry Abzan mengatakan realisasi investasi PMDN di triwulan I 2021 turun 60,73 persen.
"Secara keseluruhan investasi PMDN di triwulan I 2021 sebesar Rp 1,77 triliun, turun cukup signifikan dari periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 4,52 triliun," kata Endry, Senin (28/6/2021).
Pandemi Covid-19 memang memberikan luka dalam kepada dunia usaha dalam negeri, khsususnya di sektor pariwisata.
"Sektor tersier masih memberikan kontributor besar bagi realisasi investasi PMDN dalam negeri," tuturnya seperti dikutip dari batampos.id.
Saat ini, sektor yang terdiri dari sektor jasa tersebut, termasuk pariwisata tentunya memiliki realisasi investasi sebesar Rp 1,61 triliun.
Nilai investasi tersebut turun dari Triwulan I 2020 yang mencapai Rp 1,89 triliun. Sedangkan sektor industri dalam negeri mengalami peningkatan 124,81 persen. Dan terakhir sektor primer yang memanfaatkan sumber daya alam, seperti pertanian, kehutanan, perikanan dan pertambangan turun drastis 97,02 persen.
Target BP Batam tahun ini yakni mengumpulkan investasi Rp 25 triliun yang bersumber dari investasi PMA dan PMDN. Kabar baik hanya datang dar PMA.
Dalam perjalanannya, negara-negara di benua biru juga mulai menggelontorkan dananya. Jerman, Prancis, Swiss adalah negara-negara Eropa yang menaruh kepercayaan penuh di Batam. Pada triwulan 1 tahun 2021.
Negara-negara Eropa yang menonjol di antaranya adalah Jerman yang memimpin dengan total investasi senilai USD 69,4 juta dan 7 proyek. Disusul kemudian Prancis di posisi keempat dengan total investasi USD 19,9 juta dan 4 proyek. Sedangkan Swiss di posisi ketujuh dengan total investasi senilai USD 2,1 juta dan 2 proyek. (*)
Bagikan
Investasi
setahun yang lalu
Investasi
2 tahun yang lalu