listrik
Rabu, 06 Oktober 2021 10:43 WIB
Penulis:Pratiwi
Editor:Pratiwi

BATAM (sijori.id) - Nelayan di Batam layaknya nelayan lain memggunakan motor tempal atau motor sangkut di perahu mereka. Motor tempel itu berbahan bakar minyak.
Nah, PLN Batam sebagai penyedia jasa ketenagalistrikan menginisiasi agar motor tempel nelayan tak lagi menggunakan bahan bakar minyak tetapi listrik.
Selasa (5/10/2021) PLN Batam bersama PT Octagon Precision Indonesia melakukan uji coba aplikasi motor tempel listrik atau electric boat berbasis baterai untuk nelayan di pelabuhan pancung Belakang Padang, Kota Batam.
Pada kegiatan tersebut Direktur Utama PLN Batam berkesempatan mencoba pancung atau boat listrik berbasis baterai bersama Walikota Batam H.Muhammad Rudi.
Ujicoba dilakukan dengan perjalanan dari pelabuhan pancung Sekupang menuju pelabuhan Belakang Padang.
Direktur Utama PLN Batam Nyoman S Astawa menyatakan bahwa PLN Batam siap mendukung transformasi energi berbahan fosil menjadi energi baru terbarukan yang ramah lingkungan. Mengingat pembangkit PLN Batam sebagian besar masih menggunakan energi fosil dan saat ini perlahan mulai mengembangkan pembangkit berbahan bakar ramah lingkungan.
“Pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai sejalan dengan animo investasi baterai listrik dan kendaraan listrik yang semakin meningkat di Indonesia. Hal ini mengingat bahan baku nikel, cobalt dan mangan cukup melimpah di tanah air yang bisa menjadi tulang punggung dalam upaya pengembangan kendaraan listrik,” ujar Nyoman.
“Harapannya baterai electric boat dapat diisi daya nya seperti motor listrik dengan cara swap (ditukar) sehingga memangkas waktu charging, baterai yang kosong ditukar dengan baterai yang sudah terisi penuh dan penukarannya tidak membutuhkan waktu lama,” jelas Nyoman.
CEO Octagon Precision Indonesia, Sumardi menyampaikan bahwa teknologi motor tempel listrik untuk pancung tersebut tidak akan berhasil jika tidak didukung oleh Pemerintah dan PLN, dalam hal ini terkait regulasi serta infrastruktur penunjang seperti Stasiun Pengisian Listrik untuk mengisi daya baterai. Selain itu dukungan berupa subsidi juga dibutuhkan para nelayan untuk merangsang penggunaan electric outdrive atau motor tempel listrik tersebut, mengingat harga baterai cukup tinggi bagi para nelayan.
Di tempat yang sama H.Muhammad Rudi, selain membahas motor pancung electric juga membahas tentang Panel surya, Rudi melihat bahwa teknologi listrik tenaga surya sebenarnya sudah lama namun terabaikan dan teknologinya belum canggih sehingga tidak dipakai banyak orang.
“Maka hari ini sudah mulai, mudah-mudahan dengan ini tidak hanya digunakan untuk listrik di rumah saja, tetapi juga kegiatan pancung juga menggunakan tenaga surya,” harap Rudi didepan para tamu undangan.
Rudi bercita-cita kedepannya teknologi electric boat semakin terjangkau oleh nelayan dan masyarakat di pulau-pulau.
“Cuma ada satu hal, ini teknologi baru dan harganya masih mahal. Mudah-mudahan satu waktu nanti, tanpa disubsidi pemerintah teknologi ini bisa dipakai. Kalau untuk listrik, Pemko Batam akan bekerja sama dengan PLN."
Bagikan