Di Jepang, Siswa Ditekankan untuk Memahami Kelebihan dan Kekurangan AI, Termasuk Karakteristik dan Risiko Kebocoran Informasi serta Pelanggaran Hak Cipta

Kamis, 06 Juli 2023 07:48 WIB

Penulis:Pratiwi

pelajar jepang.jpg

 

 

TOKYO (sijori.id) - Kementerian Pendidikan Jepang merespon datangnya teknologi kecerdasan buatan (AI). Pada pedoman terbaru ini, Kementerian Pendidikan Jepang menyebutkan secara eksplisit bahwa siswa yang mengerjakan pekerjaannya dengan AI dan mengklaim sebagai hasil sendiri merupakan hal yang tidak pantas. Kementerian juga menekankan pemahaman AI pada guru dan mendorong untuk meninggalkan sistem ujian ataupun pekerjaan rumah konvensional seperti menulis laporan yang dapat dikerjakan oleh AI.

Kementerian Pendidikan juga mendorong literasi guru mengenai AI agar mereka dapat menggunakannya untuk mengurangi beban kerja guru. “Jika para guru sendiri menjadi akrab dengan teknologi baru dan belajar bagaimana menggunakannya dengan cara yang nyaman, aman dan cerdas, mereka akan dapat menggunakannya untuk mendukung kegiatan pembelajaran,” kata Hisanobu Muto, Ppemimpin tim proyek digitalisasi sekolah seperti dikutip dari The Japan Times.

Pemerintah Jepang memiliki rencana untuk bekerja sama dengan perusahaan pengembang AI dalam membantu kebijakan ini. Mereka meminta perusahaan pengembang AI untuk mengembangkan kecerdasan buatan dalam perspektif pendidikan. Hal tersebut misalnya membuat filter konten berbahaya, fitur perlindungan data pribadi, serta pengembangan lainnya untuk meningkatkan sistem pendidikan.

Pemerintah Jepang berharap pedoman baru ini dapat diterapkan tidak hanya pada sekolah umum, namun juga pada lembaga pendidikan lainnya.

Seorang profesor informasi dan teknologi di Universitas Tohoku, Tatsuya Horita mengatakan, “Daripada khawatiran berlebihan tentang sesuatu yang tidak diketahui, penting untuk mendidik untuk memahami mekanisme dan menggunakannya dengan tepat.”

Tags:jepang