Charles Leclerc
Jumat, 31 Juli 2026 15:07 WIB
Penulis:Pratiwi

KL (sijori.id) – Formula 1 (F1) resmi mengumumkan bahwa Sirkuit Sepang, Malaysia, akan kembali menggelar balapan pada musim 2026. Namun, balapan tersebut akan berlangsung dengan nama Bahrain Grand Prix sebagai pengganti seri Bahrain yang sebelumnya dibatalkan akibat konflik di Timur Tengah.
Balapan Bahrain GP di Malaysia dijadwalkan berlangsung pada 2-4 Oktober 2026, tepat sepekan sebelum Formula 1 menggelar Grand Prix Singapura. Dengan keputusan ini, F1 memastikan kalender musim 2026 tetap berisi 23 seri, sementara jadwal balapan lainnya tidak mengalami perubahan.
Meski demikian, Formula 1 masih menghadapi ketidakpastian terkait dua seri penutup musim, yakni Grand Prix Qatar dan Grand Prix Abu Dhabi. Keduanya masih bergantung pada perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah menyusul konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
F1 Siapkan Opsi Jika Qatar dan Abu Dhabi Batal
Manajemen Formula 1 saat ini tengah menyiapkan sejumlah skenario apabila GP Qatar dan Abu Dhabi tidak dapat diselenggarakan.
Salah satu kandidat terkuat sebagai pengganti adalah Sirkuit Imola, Italia. Selain itu, Portimao di Portugal dan Istanbul Park di Turki juga masuk dalam daftar alternatif, meski peluang keduanya dinilai lebih kecil.
F1 masih memiliki waktu hingga September 2026 untuk mengambil keputusan akhir terkait dua balapan tersebut.
Mengapa Bahrain GP Digelar di Malaysia?
Sebelumnya, Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi dijadwalkan berlangsung pada April 2026. Namun, kedua balapan dibatalkan sejak Maret akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Formula 1 berupaya menjaga jumlah balapan tetap tinggi karena penyelenggaraan kurang dari 21 seri berpotensi memicu klausul kontrak yang mengharuskan F1 mengembalikan sebagian biaya hak siar kepada penyiar serta berdampak pada komitmen sponsor tim.
Kesepakatan memindahkan Bahrain GP ke Malaysia disebut mendapat dukungan kuat dari Putra Mahkota Bahrain, Pangeran Salman bin Hamad Al Khalifa. Bahrain sendiri telah menjadi tuan rumah Formula 1 sejak 2004, sementara dana investasi negara tersebut juga menjadi pemilik tim McLaren Formula 1.
Stefano Domenicali Sambut Kembalinya Sepang
Presiden sekaligus CEO Formula 1, Stefano Domenicali, menyambut positif kembalinya Sepang ke kalender F1.
Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan kemampuan Formula 1 dalam beradaptasi terhadap situasi global sekaligus memastikan para penggemar tetap dapat menikmati musim balap yang kompetitif.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, Putra Mahkota Salman bin Hamad Al Khalifa, serta Sultan Malaysia Ibrahim beserta pemerintah kedua negara yang telah memungkinkan kerja sama tersebut terwujud.
Sepang terakhir kali menjadi tuan rumah Formula 1 pada 2017, setelah sebelumnya masuk kalender F1 sejak 1999. Sirkuit tersebut dikenal sebagai salah satu lintasan favorit pembalap maupun penggemar karena karakter tikungannya yang cepat dan menantang. (*)
Bagikan
F1 2026
7 bulan yang lalu
formula 1
9 bulan yang lalu