PGN
Senin, 18 Agustus 2025 17:29 WIB
Penulis:Pratiwi
Editor:Pratiwi

JAKARTA (sijori.id) – Semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui upacara peringatan, tetapi juga diwujudkan lewat komitmen nyata menjaga ketahanan energi nasional. Pada momen ini, Direksi dan Komisaris PT Nusantara Regas (NR) melaksanakan Management Walkthrough (MWT) di Onshore Receiving Facility (ORF) Muara Karang, Jakarta, pada Minggu (17/8). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional penyaluran gas dalam menghadapi potensi lonjakan kebutuhan energi, terutama guna mengantisipasi defisit gas bagi pembangkit listrik PLN.
Kegiatan MWT difokuskan pada pemantauan pola operasi gas di fasilitas Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) dan ORF yang berperan penting menyuplai kebutuhan energi pembangkit listrik utama di Jakarta dan Jawa bagian barat. Pasokan gas dari fasilitas regasifikasi NR menjadi penopang utama kelistrikan di kawasan Ring 1, yang mencakup Istana Negara, gedung pemerintahan, hingga objek vital nasional lainnya.
Langkah ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan listrik nasional. Berdasarkan data PLN, konsumsi listrik pada semester I/2025 mencapai 155,62 TWh, naik 4,36 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar 149,11 TWh. Kenaikan ini menunjukkan tren peningkatan permintaan energi, termasuk pada bulan Agustus yang identik dengan perayaan Hari Kemerdekaan.
Komisaris Utama PT Nusantara Regas, Mulyono, menegaskan bahwa momen kemerdekaan menjadi pengingat pentingnya menjaga kemandirian energi nasional.
“Sebagai bagian dari Pertamina Group, Nusantara Regas memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan keandalan suplai LNG, yang tidak hanya menopang sistem kelistrikan di Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan. Operasional fasilitas Nusantara Regas menunjukkan kinerja baik sepanjang tahun ini, namun akan terus diuji pada kondisi yang mengharuskan FSRU beroperasi pada kapasitas lebih tinggi dari mode operasi normal,” ujar Mulyono.
Sejalan dengan itu, Direktur Utama PT Nusantara Regas, Mohd. Iskandar Mirza, meyakini capaian positif perusahaan menjadi modal penting dalam mendukung ketahanan energi nasional. Hal ini semakin relevan mengingat kebutuhan LNG diperkirakan terus meningkat, sementara proyeksi menunjukkan defisit gas yang kian besar hingga tahun 2035.
Pada 2024, perusahaan berhasil mencatatkan total volume LNG diterima sebesar 113,23 juta MMBTU atau setara 40 kargo, meningkat dibanding realisasi 2023 sebanyak 32 kargo. Angka ini merupakan pencapaian tertinggi NR sejak beroperasi pada 2012, di mana NR telah menerima lebih dari 400 kargo dari kilang LNG Bontang, Tangguh, dan Donggi Senoro sejak suplai pertama tahun 2012. Konsistensi ini semakin memperkuat posisi NR dalam menjawab kebutuhan energi berbasis LNG di Jawa bagian barat.
Pada 2025, perencanaan kargo yang akan diterima di FSRU hingga akhir tahun sebanyak 40 kargo, dengan kemungkinan bertambah seiring defisit gas untuk kelistrikan dan industri di kawasan.
“Tahun lalu kami berhasil mencatat penyaluran LNG sebanyak 40 kargo, capaian tertinggi sejak perusahaan berdiri. Pencapaian ini menunjukkan keunggulan operasional dan keandalan sistem Nusantara Regas dalam memastikan kelancaran penyaluran LNG, sekaligus memperkuat kemandirian energi di tengah tren peningkatan kebutuhan. Seluruh pemangku kepentingan energi harus bahu-membahu memastikan pemenuhan energi primer untuk kelistrikan dan industri di kawasan, serta menjaga mode operasi bersama yang optimal pada kondisi darurat,” pungkas Mirza.
Nusantara Regas berkomitmen terus mendukung ketahanan energi nasional melalui pengelolaan LNG yang andal, aman, dan berkelanjutan. Perusahaan akan menjaga asset integrity serta mengoptimalkan operasional demi memastikan kelancaran suplai energi bagi masyarakat dan objek vital nasional.
PT Nusantara Regas adalah afiliasi PT Pertamina (Persero) yang didirikan bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Perusahaan ini bertugas mengoperasikan Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di Perairan Teluk Jakarta serta Onshore Receiving Facilities Muara Karang, DKI Jakarta. Fasilitas tersebut menerima dan memproses LNG menjadi pasokan energi bagi pembangkit listrik yang memiliki peran vital di Jakarta dan Jawa bagian barat. (*)
Bagikan
PGN
3 bulan yang lalu