Honda Super One, Hot Hatch Listrik

Jumat, 20 Februari 2026 09:04 WIB

Penulis:Pratiwi

Editor:Pratiwi

honda.jpg

(sijori.id) - Honda akhirnya memberi kepastian. Setelah tampil sebagai konsep di ajang Japan Mobility Show, Super One bakal benar-benar diproduksi.

Mobil mungil bergaya sporty ini langsung mencuri perhatian berkat balutan warna ungu mencolok bernama Boost Violet Pearl. Aura klasiknya mengingatkan pada Honda City Turbo II, namun dikemas dengan sentuhan modern khas kendaraan listrik.

Peluncuran di Jepang dijadwalkan pada 2026. Soal harga, Honda belum membuka kartu. Sebagai gambaran, varian tertinggi Honda N-One e: saat ini dibanderol sekitar 21.000 dolar AS. Versi Super One diperkirakan sedikit lebih mahal.

 

Hot Hatch Listrik Penuh Sensasi

Detail teknis memang belum diumumkan resmi. Namun laporan media Australia menyebut tenaga Super One tembus 94 hp dan torsi 120 lb-ft. Sebagai pembanding, N-One e: standar hanya menghasilkan 63 hp dengan torsi sama.

Jarak tempuh model reguler diklaim mencapai 183 mil (295 km) dari baterai 29,6 kWh.

Yang bikin beda, Super One dibekali tombol “e:Dash Booster” di setir. Sekali ditekan, sistem menghadirkan sensasi perpindahan gigi simulasi lengkap dengan suara mesin yang menggelegar di kabin. Bahkan tersedia paddle shifter dengan rasa transmisi tujuh percepatan.

Suara mesinnya? Dirancang sebagai perpaduan karakter empat silinder, V6, hingga V8 demi sensasi berkendara yang lebih emosional.

 

Tampilan Lebih Garang

Secara desain, Super One tampil lebih agresif. Fender melebar di depan dan belakang, velg 15 inci palang hitam dengan bibir polished, serta postur lebih kekar.

Interiornya tak kalah sporty. Jok kombinasi abu-abu, biru, dan beige mempertegas nuansa muda. Sistem audio delapan speaker dari Bose Corporation melengkapi pengalaman berkendara.

Desainer eksteriornya, Eiichi Nakajima, mengaku ingin menggabungkan nostalgia dengan semangat generasi baru. Ia ingin anak muda melihat mobil ini dan berkata, “Honda itu keren.”

Sejumlah jurnalis otomotif yang sempat menjajal prototipe mengaku terkesan. Mobil terasa ringan, lincah, dan menyenangkan dikendarai—sesuatu yang jarang ditemui pada EV modern berbobot besar.

Super One tampaknya hanya diproduksi dalam konfigurasi setir kanan. Bagi pecinta hot hatch listrik berukuran mungil, Super One bisa jadi hanya bisa dinikmati di Jepang. (*)