Honor Pamer Robot Phone dan Magic V6 di MWC 2026

Jumat, 06 Maret 2026 09:09 WIB

Penulis:Pratiwi

onsel Robot Phone dari Honor dilengkapi kamera yang dapat keluar (pop-out) dari bodi utama perangkat.
onsel Robot Phone dari Honor dilengkapi kamera yang dapat keluar (pop-out) dari bodi utama perangkat. (Honor)

BARCELONA (sijori.id) – Produsen elektronik asal Tiongkok, Honor, memamerkan konsep Robot Phone dan meluncurkan ponsel lipat terbaru Honor Magic V6 dalam ajang Mobile World Congress 2026 yang digelar di Barcelona, Minggu (3/3). Inovasi ini menjadi bagian dari strategi Honor untuk menonjol di tengah persaingan ketat industri smartphone global.

Robot Phone menjadi sorotan utama karena mengusung kamera yang terpasang pada lengan robotik kecil. Kamera tersebut dapat keluar dari bodi ponsel dan bergerak mengikuti objek secara otomatis. Teknologi ini memungkinkan kamera mengunci target dan melacak pergerakan manusia atau benda, sehingga memudahkan pembuatan video tanpa perlu memegang perangkat.

Menurut Honor, kamera tersebut digerakkan oleh motor mini yang dikombinasikan dengan kecerdasan buatan (AI). Pengguna dapat memberi perintah melalui asisten AI di perangkat, sementara kamera dapat merespons dengan gerakan sederhana seperti mengangguk atau menggelengkan kepala.

Konsep tersebut pertama kali diperkenalkan pada Oktober lalu. Honor menargetkan Robot Phone dipasarkan secara komersial di Tiongkok pada paruh kedua 2026.

 

Strategi Mencuri Perhatian Pasar

Peluncuran ini terjadi ketika industri smartphone menghadapi tekanan biaya produksi akibat kelangkaan dan lonjakan harga chip memori global. Kondisi tersebut diperkirakan membuat produsen perangkat menaikkan harga dan berpotensi menekan permintaan ponsel pada 2026.

Di tengah situasi tersebut, vendor berusaha menghadirkan inovasi baru agar konsumen memiliki alasan untuk mengganti perangkat lama.

Analis menyebut Robot Phone lebih berfungsi sebagai strategi branding.
Wakil Presiden Data dan Analitik di International Data Corporation, Francisco Jeronimo, mengatakan langkah itu dapat meningkatkan visibilitas merek Honor di pasar internasional.

“Inovasi seperti ini memiliki unsur kebaruan dan mampu menarik perhatian publik. Namun, tantangan terbesarnya adalah apakah produk tersebut dapat diterjemahkan menjadi penjualan, terutama jika harganya tinggi atau bentuknya cukup besar,” ujarnya kepada CNBC.

 

Magic V6 Sasar Segmen Premium

Selain Robot Phone, Honor juga memperkenalkan Magic V6, ponsel lipat generasi terbaru yang ditujukan untuk menantang dominasi Samsung Electronics dan Apple di pasar premium.

Honor menyebut ketebalan Magic V6 hanya 8,75 milimeter saat tertutup, lebih tipis dibanding generasi sebelumnya yang berada di kisaran 8,8 hingga 9 milimeter. Ketebalan tersebut bahkan setara dengan ponsel flagship konvensional seperti iPhone kelas premium.

Perangkat ini dibekali chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 Mobile Platform dari Qualcomm serta baterai berkapasitas besar yang diklaim menjadi salah satu yang terbesar di kategori smartphone.

Magic V6 akan mulai dijual di Tiongkok pada Maret 2026 dan menyusul ke pasar global pada paruh kedua tahun ini. Honor belum mengungkap harga resmi perangkat tersebut.

 

Pangsa Pasar Masih Terbatas

Data Counterpoint Research menunjukkan Honor menutup 2025 sebagai produsen smartphone terbesar keenam di Tiongkok dengan pangsa pasar sedikit di atas 13 persen.

Namun di luar negeri, posisinya masih relatif kecil. Riset dari Omdia mencatat pangsa pasar Honor di Eropa pada 2025 baru sekitar 3 persen, meskipun perusahaan mulai masuk lima besar vendor di kawasan tersebut pada akhir tahun.

 

Honor Ikut Tren Robot Humanoid

Dalam acara yang sama, Honor juga memperlihatkan konsep robot humanoid tanpa memaparkan spesifikasi detail. Perusahaan menyebut robot tersebut dirancang untuk membantu aktivitas seperti asisten belanja, inspeksi tempat kerja, hingga pendamping interaksi manusia.

Langkah ini mengikuti tren perusahaan teknologi Tiongkok yang mulai mengembangkan robot humanoid, seperti Xiaomi dengan robot CyberOne, serta perusahaan kendaraan listrik XPeng yang juga mengembangkan robot serupa.

Analis memperkirakan produksi robot humanoid di Tiongkok akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan, seiring investasi besar pada teknologi kecerdasan buatan dan otomasi industri. (*)