Sabtu, 17 Januari 2026 11:20 WIB
Penulis:Pratiwi

QINZHOU (sijori.id) — Indonesia mencatat tonggak baru dalam perdagangan pertanian dengan China. Untuk pertama kalinya, durian beku asal Indonesia dikirim ke China melalui jalur laut. Seremoni kedatangan kargo tersebut digelar Selasa di Pelabuhan Qinzhou, Daerah Otonom Guangxi Zhuang, China selatan.
Kontainer berisi 23 ton daging dan pasta durian beku itu diimpor oleh Guangxi Jiarong Food Technology Co., Ltd. Kargo diberangkatkan dari Pelabuhan Jakarta pada 26 Desember 2025 dan tiba di gudang berikat Zona Perdagangan Bebas Terpadu Qinzhou pada Senin setelah menyelesaikan proses kepabeanan.
Pengiriman ini menandai dibukanya rute logistik laut khusus yang menghubungkan sentra produksi durian Indonesia dengan pasar China. Sebelumnya, durian beku Indonesia hanya masuk ke China dalam jumlah terbatas melalui jalur udara untuk keperluan uji pasar.
Manajer Umum Guangxi Jiarong Food Technology, Wu Junyi, mengatakan durian beku tersebut akan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti daging durian beku dan durian kering beku. Perusahaan itu telah menanamkan investasi sebesar 30 juta yuan untuk membangun pabrik pengolahan durian berbasis teknologi cerdas.
Pabrik tersebut mengintegrasikan teknologi sortir hiperspektral berbasis kecerdasan buatan, pembekuan cepat dengan nitrogen cair, serta proses pengeringan beku. Menurut Wu, penerapan teknologi ini memungkinkan produksi yang lebih terstandar dan mengatasi persoalan lama terkait penyortiran manual dan kualitas yang tidak konsisten.
Keberhasilan impor durian Indonesia ini juga didukung penandatanganan protokol fitosanitari antara Administrasi Umum Kepabeanan China dan otoritas karantina Indonesia pada Mei 2025. Perjanjian tersebut menghapus kewajiban pengolahan durian di negara ketiga sebelum masuk ke pasar China.
Atase Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia di China, Budi Hansyah, menilai masuknya durian beku Indonesia ke pasar China mencerminkan eratnya hubungan perdagangan kedua negara. Saat ini, delapan perusahaan Indonesia telah mendapat persetujuan untuk mengekspor durian beku ke China, sementara pembahasan akses pasar durian segar masih berlangsung.
Wakil Wali Kota Qinzhou, Chen Jing’en, menyebut Pelabuhan Qinzhou sebagai simpul penting Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru. Pelabuhan ini mengoperasikan 44 rute pelayaran yang menghubungkan negara-negara ASEAN serta layanan kereta laut yang memungkinkan produk pertanian Indonesia menjangkau pasar pedalaman China secara efisien.
Dengan dibukanya Terusan Pinglu yang dijadwalkan beroperasi pada 2026, biaya logistik diperkirakan turun hingga 30 persen, sehingga semakin mempermudah masuknya produk pertanian Indonesia dan ASEAN ke China.
China saat ini merupakan importir dan konsumen durian terbesar di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, perdagangan durian menjadi salah satu pilar kerja sama pertanian antara China dan ASEAN. Masuknya durian beku Indonesia memperluas peluang tersebut, sekaligus memperdalam keterlibatan negara-negara ASEAN dalam pertumbuhan ekonomi China. (*)
Meta Description
Bagikan