Iran Akui Jual Drone ke Rusia

Minggu, 06 November 2022 17:06 WIB

Penulis:Pratiwi

drone-shahed.jpg

 

 

TEHERAN (sijori.id)  - Iran akhirnya kini mengakui bahwa mereka telah menjual drone ke Rusia. Namun Teheran mengatakan drone telah dikirim beberapa bulan sebelum Rusia melakukan invasinya ke Ukraina.

Konfirmasi tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian saat berbicara kepada Wartawan Sabtu 5 November 2022. Dia mengatakan klaim barat bahwa Iran akan mengirimkan rudal adalah salah. Sementara soal drone sebagian benar.

Dia menambahkan pihaknya memberikan drone dengan jumlah terbatas ke Rusia beberapa bulan sebelum perang di Ukraina.

Para pejabat Iran dalam banyak kesempatan sebelumnya mengatakan bahwa Teheran memiliki kerja sama  pertahanan dengan Rusia. Tetapi mereka ngotot tidak memasok senjata ke Kremlin untuk digunakan dalam perang di Ukraina.

Rusia selama ini juga berkilah telah menggunakan drone dari Iran atau senjata dari negara lain. Juru bicara Kremlin Dimitry Perskov berulang kali mengatakan semua senjata yang digunakan dalam operasinya di Ukraina adalah buatan dalam negeri.

Bahkan saat awal-awal isu pembelian drone dari Iran muncul, Peskov mengatakan Rusia sanggup memenuhi kebutuhannya sendiri untuk perang.  Moskow juga memperingatkan PBB agar tidak menyelidiki penggunaan drone di Ukraina.

PBB memang berhak melakukan penyelidikan atas masalah tersebut karena penjualan drone tempur Iran ke Rusia bisa melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 yang mendasari kesepakatan nuklir 2015 dengan kekuatan dunia. Kesepakatan tersebut salah satunya berisi tentang pengurangan sanksi terhadap sejumlah sektor dengan imbalan Iran mengerem program nuklir mereka.

Amirabdollahian menegaskan bahwa Iran belum menjadi pendukung salah satu pihak dalam perang dan siap untuk berbicara dengan Ukraina. Pihaknya menekankan kepada pejabat Ukraina bahwa jika ada bukti tentang penggunaan drone Iran dalam perang Ukraina oleh Rusia, mereka harus menunjukkannya kepada mereka.

“Kami masih mengharapkan Ukraina untuk memberikan bukti dalam beberapa hari mendatang,” kata Amirabdollahian dikutip Al Jazeera.

Menanggapi pernyataan tersebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh bahkan meski mengakui pejabat Iran berbohong. Menurutnya jumlah drone Iran yang ditembak jatuh oleh pertahanan udara Ukraina melebihi drone yang disebut Iran.

Penggunaan drone oleh Rusia terbukti cukup merepotkan Ukraina. Apa yang oleh Rusia dinamakan sebagai Geran 2 telah menjadi teror bagi sejumlah kota dengan menghantam berbagai fasilitas penting terutama energi. Geran-2 sendiri drone yang sangat mirip dengan Shahed 136.
 (*)

Tags:drone