Jamkrindo Dukung UMKM

Rabu, 09 Juni 2021 21:16 WIB

Penulis:Pratiwi

Abdul Bari saat memberi penjelasan.jpg
Abdul Bari saat memberi penjelasan (Ties) undefined

JAKARTA, (sijori.id) - PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) berkomitmen untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam menjalankan usahanya di tengah tantangan pandemi Covid-19.

"Jamkrindo memiliki komitmen tinggi untuk memacu UMKM naik kelas melalui berbagai upaya untuk mendorong dan meningkatkan kapabilitas kuat sebagai elemen penting dalam kebangkitan ekonomi nasional," ujar Sekretaris Perusahaan Jamkrindo, Abdul Bari saat pertemuan virtuald bertajuk "UMKM Berdaya Saing Global Berkolaborasi Tingkatkan Pemulihan Ekonomi Nasional" di Jakarta, Rabu (9/6/2021).
 

Menurut Abdul Bari perseroan akan selalu hadir untuk memberikan akses keuangan, khususnya bagi para UMKM dengan berbagai infrastruktur dan akses pendukung demi memberikan kemudahan pengajuan penjaminan.

"Tak lupa juga kami mengakomodir kebutuhan UMKM dalam hal pemberdayaan, agar mereka menjadi UMKM yang layak mendapatkan akses finansial," tuturnya.

Abdul menambahkan, webinar yang digelar hari ini merupakan rangkaian acara menjelang HUT Jamkrindo pada tanggal 1 Juli mendatang. Sebelumnya, Jamkrindo telah dan akan menggelar berbagai acara mulai dari talkshow hingga program workshop fotografi bagi UMKM dan berbagai perlombaan.

"Kami membantu meringankan beban masyarakat sekaligus untuk membantu penanggulangan pandemi Covid-19, dengan memberikan bantuan sembako di seluruh Indonesia, juga santunan kepada anak yatim piatu serta pemberian beasiswa kepada putra putri tenaga medis dan outsourcing," bebernya."


Aktivitas di Jamkrindo

Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Pemeringkatan UMKM, Konsultasi Manajemen Jamkrindo, Ceriandri Widuri berkata, agar bisa naik kelas, inklusi keuangan sangat dibutuhkan untuk memudahkan UMKM mendapatkan akses pinjaman. Tentunya, Jamkrindo sendiri yang akan menjamin bahwa UMKM tersebut layak untuk mendapat pinjaman.
 

Lalu bagaimana UMKM dinilai layak untuk bisa mengakses pembiayaan, tentunya standar penilaian kelayakan itu dilakukan oleh perbankan. Standarnya adalah karakter UMKM itu sendiri, seperti apa komitmennya dalam mengelola bisnisnya, lalu dari sisi kapabilitas dan ruang lingkup bisnisnya seperti apa dan beberapa syarat lainnya.
 

“Lalu krusial itu adalah capital, sebagian besar UMKM terkendala di sana, fungsi berikutnya adalah kolateral (agunan), ketika membutuhkan pembiayaan, biasanya ada persyaratan teknis, ini dengan adanya dukungan ini bisa diminimalisir, biasanya lembaga keuangan melihat komitmen dari itu. Kita menjembatani penjaminan kredit,” ujarnya.
 

Hal terpenting untuk peningkatan kelas UMKM selain modal adalah kolaborasi antar pelaku usaha. Jangan merasa minder hanya karena bisnisnya kecil, potensi untuk berkembang menjadi tertutup.
 

“Sekarang jamannya bukan one man show, Jangan segan membuka wawasan dan kerjasama dengan banyak pihak. Kadang ada yang mikir usaha kecil, perluas market karena banyak komunitas juga, dalam sisi membangun network tadi UMKM bisa dekat dengan instansi pemerintah, ini bagus pasti akan terbuka jalan untuk bekerja sama,” sebutnya. (*)