PGN
Selasa, 22 September 2026 08:43 WIB
Penulis:Pratiwi
Editor:Pratiwi

(sijori.id) - Pemerintah terus memperluas pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga melalui program jaringan gas bumi rumah tangga (jargas). Perluasan ini dilakukan seiring dengan semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional.
Kabupaten Gresik dan Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi bagian dari pengembangan jargas untuk memperluas akses masyarakat terhadap energi yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Hal tersebut menjadi salah satu agenda kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman ke sejumlah jaringan gas rumah tangga di Gresik dan Sidoarjo.
Dudung didampingi Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Kuswardono serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta.
Dudung mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari tugas Kantor Staf Presiden (KSP) dalam mengawal program prioritas nasional, khususnya yang berkaitan dengan swasembada energi dan pengurangan ketergantungan terhadap impor LPG.
Pengembangan jargas menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut. Program ini juga sejalan dengan Program Kerja Prioritas Nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2027.
Selain itu, pembangunan jaringan gas perkotaan telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
Kunjungan ke Gresik dan Sidoarjo sekaligus dilakukan dalam rangka persiapan pengoperasian jargas yang dibangun menggunakan APBN Tahun Anggaran 2025-2026.
119.379 Sambungan Jargas Dibangun pada 2025-2026
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono mengatakan pembangunan jargas terus dilanjutkan seiring dengan meningkatnya konektivitas infrastruktur gas bumi nasional.
Salah satu fondasi pengembangan tersebut adalah konektivitas jaringan transmisi, termasuk melalui Pipa Cirebon-Semarang. Infrastruktur tersebut mendukung perluasan pemanfaatan gas bumi domestik, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga.
“Pengembangan jargas juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi subsidi terhadap APBN. Semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan jaringan gas bumi, maka semakin luas pemanfaatan energi domestik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” kata Agung.
Untuk periode 2025-2026, pemerintah membangun sekitar 119.379 Sambungan Rumah (SR) jargas yang tersebar di 15 kabupaten/kota.
Dari jumlah tersebut, sekitar 7.000 SR dibangun di Gresik dan sekitar 7.000 SR lainnya di Sidoarjo.
Pemerintah juga menyiapkan pembangunan jargas secara lebih masif mulai 2026. Hingga 2028, targetnya mencapai 1 juta sambungan rumah.
“Untuk tahun 2025-2026 ini, Pemerintah sedang membangun sekitar 119.379 Sambungan Rumah (SR) jargas yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, khusus di kabupaten Gresik dan Sidoarjo telah dibangun masing-masing sekitar 7.000 SR. Mulai tahun ini pemerintah akan melakukan pembangunan jargas secara masif, hingga tahun 2028 ditargetkan terbangun jargas sebanyak 1 juta SR,” ujarnya.
Jargas Gresik dan Sidoarjo
Pengembangan jargas di Gresik dan Sidoarjo bukan program baru. Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM telah membangun jaringan gas menggunakan APBN di kedua wilayah tersebut.
Di Gresik, sebanyak 4.000 SR telah dibangun sejak 2022. Sementara di Sidoarjo, pembangunan jargas telah mencapai 29.961 SR sejak 2010.
Pengelolaan jaringan tersebut dilakukan dengan penugasan kepada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai operator.
Pengalaman PGN dalam mengoperasikan jaringan dan melayani pelanggan rumah tangga di kedua wilayah tersebut menjadi salah satu modal dalam mendukung keberlanjutan pemanfaatan gas bumi.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta mengatakan PGN menyambut dukungan pemerintah terhadap pengembangan jargas di Gresik, Sidoarjo, dan wilayah lainnya.
“PGN menyambut baik perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan jargas di Gresik, Sidoarjo serta wilayah lainnya. Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN terus mendukung pengembangan dan pengelolaan infrastruktur jaringan gas bumi untuk segmen rumah tangga dan pelanggan kecil,” ujar Hery.
Menurut Hery, PGN siap mendukung pengelolaan jaringan gas yang dibangun pemerintah melalui skema APBN sesuai dengan peran, mekanisme, dan ketentuan yang ditetapkan.
PGN Layani Lebih dari 820 Ribu Pelanggan Rumah Tangga
PGN memiliki pengalaman dalam pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur gas bumi, termasuk pengelolaan integritas aset, keselamatan jaringan, pengelolaan pelanggan, serta pelayanan gas bumi kepada masyarakat.
Secara nasional, PGN telah melayani lebih dari 820 ribu pelanggan rumah tangga.
Selain jaringan pipa, PGN juga mengembangkan berbagai skema infrastruktur untuk memperluas pemanfaatan gas bumi. Salah satunya solusi beyond pipeline menggunakan Compressed Natural Gas (CNG).
Skema tersebut ditujukan untuk menjangkau wilayah dan kebutuhan yang belum dapat dilayani melalui jaringan pipa.
Ke depan, pemerintah akan terus memperluas program jargas untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik. Sinergi pemerintah dengan badan usaha dan pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap gas bumi sekaligus mengoptimalkan penggunaan energi domestik.
Bagikan
PGN
setahun yang lalu