Jeddah Tower Resmi Lewati Petronas, Burj Khalifa dan Lainnya

Minggu, 06 September 2026 13:29 WIB

Penulis:Pratiwi

jedah-tower.jpg

JEDDAH (sijori.id) – Pembangunan Jeddah Tower di Arab Saudi kembali mencatat tonggak penting. Gedung pencakar langit yang digadang-gadang menjadi bangunan tertinggi di dunia itu kini telah mencapai ketinggian 454 meter dengan 113 lantai, melampaui tinggi Menara Petronas di Malaysia yang mencapai 452 meter.

Capaian tersebut diumumkan Direktur Proyek Senior Saudi Binladin Group (SBG), Ian Norman Miller, melalui unggahan di LinkedIn pada Rabu (2/9/2026). Jeddah Tower dibangun oleh SBG berdasarkan desain firma arsitektur Adrian Smith + Gordon Gill Architecture (AS+GG).

Dengan ketinggian saat ini, Jeddah Tower resmi melampaui Petronas Towers yang pernah menyandang gelar gedung tertinggi di dunia pada 1998, sebelum kemudian digeser oleh Taipei 101 di Taiwan.

Arsitek AS+GG, Bob Forest, menyebut pencapaian tersebut sebagai momen bersejarah sekaligus hasil kerja keras tim konstruksi yang harus bekerja di tengah suhu ekstrem musim panas Jeddah.

"Melampaui pemegang rekor gedung tertinggi dunia sebelumnya merupakan pencapaian yang sangat berarti, terlebih prosesnya dilakukan dalam kondisi cuaca yang sangat panas," kata Forest kepada Newsweek.

Akan Lampaui Burj Khalifa

Jeddah Tower dirancang oleh Adrian Smith dan Gordon Gill dengan tinggi akhir lebih dari 1.000 meter. Jika rampung sesuai rencana, gedung ini akan menggeser Burj Khalifa di Dubai yang saat ini memegang rekor gedung tertinggi di dunia dengan tinggi sekitar 828 meter.

Menariknya, Adrian Smith juga merupakan arsitek utama Burj Khalifa saat masih bekerja di firma arsitektur Skidmore, Owings & Merrill (SOM), sebelum mendirikan AS+GG.

Tantangan Membangun Gedung Setinggi 1 Kilometer

Forest menjelaskan pembangunan Jeddah Tower menghadapi berbagai tantangan teknis, mulai dari pengembangan sistem struktur hingga faktor cuaca yang sulit diprediksi.

Menurutnya, angin kencang menjadi salah satu hambatan terbesar. Aktivitas pengecoran beton maupun pengangkatan material dapat dihentikan sewaktu-waktu apabila kecepatan angin melebihi batas aman.

"Kadang kami bisa menuang beton pada siang hari, tetapi harus menghentikan seluruh aktivitas konstruksi pada malam harinya karena perubahan cuaca," ujarnya.

Selain cuaca, tim konstruksi juga terus menyempurnakan metode logistik dan teknik pembangunan agar pekerjaan berlangsung lebih efisien dan cepat.

Ditargetkan Rampung Agustus 2028

Meski menghadapi tantangan besar, Forest memastikan proyek masih berjalan sesuai jadwal. Jeddah Tower ditargetkan selesai pada Agustus 2028.

Sebelum mencapai ketinggian akhir lebih dari satu kilometer, proyek ini masih memiliki sejumlah target penting. Salah satunya adalah menembus 500 meter, yang akan menjadi titik tengah pembangunan gedung.

Setelah itu, Jeddah Tower akan melampaui Taipei 101, sehingga hanya menyisakan Burj Khalifa sebagai pemegang rekor gedung tertinggi yang harus dikalahkan.

Forest menegaskan bahwa setiap pencapaian merupakan langkah penting, tetapi tujuan utama tetap menyelesaikan pembangunan hingga tuntas.

"Setiap tonggak sejarah memang penting, tetapi yang paling utama adalah menyelesaikan Jeddah Tower hingga mencapai target lebih dari satu kilometer. Hal itu membutuhkan dedikasi dan komitmen besar dari seluruh tim," katanya. (*)