Jejak Perjalanan Odysseus dalam The Odyssey: Benarkah Berasal dari Tempat Nyata?

Selasa, 30 Juni 2026 11:10 WIB

Penulis:Pratiwi

ady.jpg

(sijoti.id) - Film The Odyssey (2026) garapan sutradara Christopher Nolan kembali membangkitkan minat publik terhadap salah satu karya sastra paling berpengaruh dalam sejarah dunia. Diadaptasi dari epos karya penyair Yunani kuno Homer, film ini mengisahkan perjalanan panjang Odysseus (diperankan Matt Damon) yang berusaha kembali ke kampung halamannya di Ithaca setelah Perang Troya.

Dalam cerita tersebut, perjalanan yang seharusnya hanya berlangsung singkat berubah menjadi petualangan selama sepuluh tahun akibat campur tangan para dewa. Selama mengarungi Laut Mediterania, Odysseus menghadapi raksasa bermata satu, penyihir, monster laut hingga pulau-pulau misterius.

Meski kisah The Odyssey sarat unsur mitologi, para arkeolog dan sejarawan selama berabad-abad berusaha menghubungkan lokasi-lokasi dalam cerita dengan tempat nyata yang dikenal masyarakat Yunani kuno.

 

Berikut 10 lokasi yang paling sering dikaitkan dengan perjalanan Odysseus.

 

1. Ithaca, Yunani: Kampung Halaman Odysseus

Dalam kisah Homer, Ithaca merupakan kerajaan tempat Odysseus memerintah sekaligus tujuan akhir seluruh pengembaraannya.

Sebagian besar sejarawan meyakini pulau Ithaca di Kepulauan Ionia, Yunani, merupakan inspirasi lokasi tersebut. Pulau ini telah dihuni sejak era Mycenaean (sekitar 1600–1100 SM), periode yang diyakini menjadi latar kisah Perang Troya.

Berbagai penemuan arkeologi, termasuk prasasti yang menyebut nama Odysseus dan temuan 13 tripod perunggu di sebuah gua suci pada 1930-an, memperkuat keyakinan masyarakat Yunani kuno bahwa Ithaca adalah kerajaan sang pahlawan.

Kini wisatawan dapat mengunjungi School of Homer, Gua Nimfa (Cave of the Nymphs), hingga Gunung Neriton yang menawarkan panorama Laut Ionia.

2. Troy (Hisarlik), Turki: Awal Petualangan

Perjalanan Odysseus dimulai setelah kemenangan Yunani dalam Perang Troya berkat strategi Kuda Troya yang legendaris.

Kota Troya diyakini berada di kawasan Hisarlik, Turki modern. Penggalian yang dimulai arkeolog Heinrich Schliemann pada abad ke-19 menemukan lapisan kota kuno yang berasal dari sekitar 3000 SM.

Lapisan Troy VI dan Troy VII dianggap sebagai kandidat terkuat kota Troya yang disebut Homer. Bukti kehancuran kota pada abad ke-13 SM juga menunjukkan kemungkinan pernah terjadi konflik besar, meski tidak membuktikan seluruh kisah dalam mitologi.

3. Ismaros (Maroneia), Yunani

Setelah meninggalkan Troya, Odysseus menyerang kota Ismaros yang dihuni bangsa Cicones, sekutu Troya.

Para ahli mengaitkan Ismaros dengan kota kuno Maroneia di wilayah Thrace, Yunani.

Daerah ini terkenal sebagai penghasil anggur berkualitas tinggi sejak zaman kuno. Dalam kisah Homer, anggur dari Maroneia kemudian digunakan Odysseus untuk membuat Polyphemus mabuk sebelum melarikan diri.

Sisa teater kuno, benteng kota, serta kebun anggur masih dapat ditemukan hingga kini.

4. Pulau Lotus-Eaters (Djerba), Tunisia

Setelah diterjang badai kiriman Zeus, Odysseus dan awak kapalnya terdampar di negeri para pemakan bunga lotus.

Buah lotus dalam cerita memiliki efek membuat siapa pun melupakan keinginan pulang.

Sebagian besar peneliti menghubungkan lokasi ini dengan Pulau Djerba di Tunisia.

Pulau tersebut telah dihuni sejak zaman Fenisia, Romawi, hingga Berber. Kini Djerba dikenal melalui pantai berpasir putih, benteng kuno, pasar tradisional, dan Sinagoge El Ghriba yang menjadi salah satu rumah ibadah Yahudi tertua di Afrika.

5. Pulau Cyclops (Sisilia), Italia

Salah satu bagian paling terkenal dalam The Odyssey adalah pertemuan Odysseus dengan raksasa bermata satu, Polyphemus.

Lokasi ini diyakini berada di sekitar Sisilia, khususnya kawasan Gunung Etna.

Bentang alam vulkanik, gua-gua alami, serta Kepulauan Aeolian dianggap sesuai dengan deskripsi Homer.

Beberapa ilmuwan bahkan menduga legenda Cyclops terinspirasi dari tengkorak gajah purba kerdil yang memiliki rongga hidung besar sehingga menyerupai satu mata raksasa.

6. Aeolia (Kepulauan Aeolian), Italia

Di Aeolia, dewa angin Aeolus memberikan kantong berisi seluruh angin kepada Odysseus agar dapat kembali ke Ithaca.

Namun awak kapal membuka kantong tersebut sehingga mereka kembali tersesat.

Lokasi ini diyakini berada di Kepulauan Aeolian di utara Sisilia.

Kepulauan vulkanik yang kini berstatus Warisan Dunia UNESCO tersebut terkenal dengan Gunung Stromboli yang masih aktif, mata air panas, serta bentang alam dramatis.

7. Telepylos (Formia), Italia

Telepylos merupakan negeri bangsa Laestrygonians, raksasa pemakan manusia yang menghancurkan hampir seluruh armada Odysseus.

Banyak ahli menghubungkan lokasi tersebut dengan Formia, kota pesisir Italia di antara Roma dan Napoli.

Selain pelabuhan alami yang menyerupai deskripsi Homer, kawasan ini memiliki berbagai peninggalan Romawi seperti Makam Cicero, vila-vila kuno, hingga saluran air bersejarah.

8. Aeaea (Ponza), Italia

Pulau Aeaea merupakan tempat tinggal penyihir Circe.

Dalam cerita, Circe mengubah para awak kapal Odysseus menjadi babi sebelum akhirnya membantu sang pahlawan melanjutkan perjalanan menuju dunia bawah.

Sebagian besar sejarawan mengaitkannya dengan Pulau Ponza di lepas pantai barat Italia.

Pulau ini memiliki gua laut, terowongan peninggalan Romawi, serta Grotte di Pilato yang hingga kini masih dikaitkan dengan legenda Circe.

9. Ogygia (Gozo), Malta

Selama tujuh tahun Odysseus ditahan nimfa Calypso di Pulau Ogygia.

Lokasi tersebut umumnya dipercaya berada di Gozo, pulau terbesar kedua di Malta.

Gozo menyimpan berbagai situs prasejarah, termasuk Kompleks Kuil Ġgantija yang berusia lebih dari 5.000 tahun dan merupakan salah satu bangunan batu tertua di dunia.

Di sana juga terdapat Calypso's Cave, gua yang secara tradisional dipercaya sebagai tempat Odysseus dipenjara.

Meski demikian, sejumlah penulis klasik seperti Plutarch bahkan pernah mengusulkan bahwa Ogygia berada jauh di Samudra Atlantik, sementara Tacitus menyebut kemungkinan Odysseus pernah mencapai Laut Jerman.

10. Scheria (Corfu), Yunani

Scheria menjadi persinggahan terakhir sebelum Odysseus kembali ke Ithaca.

Di pulau ini ia diselamatkan bangsa Phaeacia yang kemudian mengantarkannya pulang.

Lokasi tersebut umumnya dihubungkan dengan Pulau Corfu, Yunani.

Corfu dikenal memiliki kota tua berstatus Warisan Dunia UNESCO, benteng Venesia, Istana Achilleion, serta panorama pantai yang dianggap sesuai dengan gambaran Homer.

 

Apakah Rute Odysseus Benar-Benar Ada?

Meski banyak lokasi telah dikaitkan dengan dunia nyata, hingga kini belum ada bukti arkeologi yang mampu memastikan rute pelayaran Odysseus secara pasti.

Bahkan pada abad ke-2 SM, sejarawan Yunani Polybius mengakui sulit menentukan lokasi-lokasi dalam The Odyssey. Sementara ilmuwan Eratosthenes menganggap upaya memetakan perjalanan tersebut hampir mustahil karena banyak unsur fantasi dalam cerita.

Pada 1985, penjelajah Inggris Tim Severin mencoba merekonstruksi pelayaran Odysseus menggunakan replika kapal Yunani Zaman Perunggu. Hasil penelitiannya menghasilkan rute yang berbeda dari teori populer dan menunjukkan bahwa perjalanan laut sebenarnya hanya berlangsung sekitar empat bulan jika waktu singgah di berbagai pulau diabaikan.

Hingga kini, para ahli masih memperdebatkan apakah Odysseus benar-benar tokoh sejarah atau hanya karakter mitologis yang terinspirasi dari sejumlah pelaut Yunani kuno. Namun satu hal yang pasti, The Odyssey tetap menjadi salah satu kisah petualangan paling berpengaruh dalam sejarah peradaban Barat dan terus menginspirasi karya sastra, film, hingga penelitian arkeologi modern. (*)