Jumat, 02 Januari 2026 09:18 WIB
Penulis:Pratiwi

(sijori.id) - Pernah bertanya, negara mana yang paling awal merayakan Tahun Baru dan mana yang paling akhir? Jawabannya tidak sesederhana melihat peta dunia. Pasalnya, pembagian waktu di Bumi tidak digambar dengan garis lurus.
Secara umum, Bumi terbagi ke dalam 24 zona waktu. Namun batasnya berkelok mengikuti kepentingan negara dan wilayah. Salah satu garis terpenting adalah Garis Tanggal Internasional, titik dimulainya hari kalender baru yang bergerak dari timur ke barat. Garis tanggal internasional berfungsi sebagai " garis demarkasi " yang memisahkan dua tanggal kalender yang berurutan. Saat Anda melewati garis tanggal tersebut, Anda menjadi semacam penjelajah waktu
Negara yang paling dekat dengan garis inilah yang pertama menyambut pergantian tahun. Di sanalah Kiribati berada. Negara kepulauan terpencil di Samudra Pasifik ini berpenduduk sekitar 120 ribu jiwa, dan jarang masuk radar perhatian dunia.
Uniknya, warga di desa-desa bernama Banana, London, Paris, hingga Poland menjadi manusia pertama di planet ini yang mengucapkan selamat Tahun Baru. Kondisi ini pula yang membuat Garis Tanggal Internasional tampak “aneh” di peta.
Dahulu, garis tersebut membelah Kiribati. Akibatnya, sebagian wilayah hidup di hari yang berbeda hingga terpaut 24 jam. Untuk menyiasatinya, pemerintah Kiribati menggeser garis waktu sejauh ribuan kilometer agar seluruh wilayah negaranya berada pada hari yang sama.
Setelah Kiribati, Tahun Baru bergulir ke Selandia Baru, Australia, dan Asia, lalu beranjak ke Eropa dan Afrika. Beberapa jam kemudian, giliran Benua Amerika yang menyusul.
Saat hampir seluruh dunia sudah meninggalkan tahun lama, perayaan baru tiba di Samoa Amerika, wilayah terluar Amerika Serikat yang menjadi kawasan berpenghuni terakhir menyambut Tahun Baru. Padahal, hanya sekitar 70 kilometer di seberangnya terdapat negara Samoa, dengan selisih waktu mencapai 25 jam.
Perbedaan ekstrem ini kerap dimanfaatkan wisatawan: merayakan Tahun Baru lebih dulu di Samoa, lalu menyeberang untuk mengulanginya di Samoa Amerika.
Masih ada lokasi yang lebih akhir lagi, yakni Pulau Baker dan Pulau Howland, juga milik Amerika Serikat. Di sana, Tahun Baru datang satu jam setelah Samoa Amerika. Namun karena tak berpenghuni, “pesta” Tahun Baru hanya disaksikan burung-burung laut. (*)
Bagikan