J&T
Jumat, 13 Januari 2023 21:16 WIB
Penulis:Pratiwi
JAKARTA (sijori.id) - Bergesernya budaya belanja dari offline ke online menjadikan jasa ekspedisi untuk pengiriman dan pengangkutan barang sangat dibutuhkan. Salah satu nama jasa ekspedisi yang familiar di telinga banyak orang adalah J&T. Di bawah naungan PT Global Jet Express, merk J&T Express mulai beroperasi pada bulan September 2015. Berkantor pusat di Pluit, Jakarta Utara. J&T optimistis mampu menjadi jasa ekspedisi unggulan dan menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia.
J&T diprakarsai oleh Jet Lee, mantan CEO ponsel pintar ternama Oppo Indonesia. Selain Jet Lee sebagai J&T Express Owner, ada juga Tony Chen selaku founder Oppo yang menginvestasikan sejumlah dana sebesar Rp400 miliar di awal untuk J&T Express. Itulah mengapa nama ekspedisi ini J&T yaitu singkatan dari Jet Lee dan Tony Chen.
Pengalaman Jet Lee manangani Oppo Indonesia merupakan modal berharganya untuk memulai J&T Express, ia mampu memetakan jalur-jalur untuk distribusi di Indonesia sehingga tak perlu waktu lama J&T berkembang cepat dan mampu menyamai kepopuleran jasa-jasa ekspedisi pendahulunya seperti JNE, Tiki, hingga Pos Indonesia.
Kesuksesan J&T juga tak bisa lepas dari kegigihan mantan managing directornya yang per Oktober 2017, menjabat sebagai CEO J&T yaitu Robin Lo menggantikan CEO sebelumnya yaitu Jet Lee. Pertemuan Robin dan Jet Lee terjadi ketika ia bekerja sebagai general manager di Oppo Indonesia dan saat itu Jet Lee menjabat sebagai CEO.
Waktu itu, Oppo mengalami kendala yaitu tingginya permintaan produk di luar kota tetapi banyaknya jasa logistik yang libur di akhir pekan dan momen libur panjang seperti lebaran. Sehingga pengiriman produk menjadi terhambat.
Itulah yang menyebabkan Jet Lee dan Robin Lo memutuskan untuk membuka bisnis baru yaitu perusahaan logistik J&T Express. Tidak hanya pelayanan yang buka di akhir pekan, pelayanan unggulan lain yang dijunjung J&T di antaranya adalah :
Di tangan Robyn, JNT aktif melakukan ekspansi bisnis di dalam dan luar negeri seperti Vietnam, Malaysia, Thailand, Kamboja, Singapura, Filipina, dan China.
Beragam strategi bisnis yang dilakukan oleh J&T diantaranya :
Berkat strategi bisnisnya, tak perlu waktu lama perusahaan jasa ekspedisi ini mampu menyandang status unicorn pada April 2021. (*)
Bagikan