spam batam
Sabtu, 31 Juli 2021 21:22 WIB
Penulis:Pratiwi

BATAM (sijori.id) - Calon operator baru pengelolaan air bersih yang ditentukan lewat lelang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam memegang peranan penting dalam menjadi contoh persaingan secara adil, demi terciptanya tata kelola air bersih yang profesional di Batam.
"Saya yakin pesertanya bagus dan menawarkan berbagai macam keunggulan. Jika berjalan dengan adil, maka saya yakin hasil yang tercipta akan sangat baik untuk Batam," kata Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Batam, Sri Langgeng Ratnasari, Jumat (30/7/2021).
Menurut Sri, sebagai regulator SPAM, ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian penting dari BP Batam, yakni kuantitas, kualitas dan tentu saja harga yang kompetitif.
"Kebutuhan air terus meningkat, seraya peningkatan jumlah warga. Maka kualitas pelayanan dan ketersediaan air harus ditingkatkan, karena air ini menyangkut hajat hidup orang banyak," paparnya.
Menurut Sri, apa yang sudah dilakukan operator sebelumnya di masa lalu tergolong baik. "Cukup baik dalam pelayanan, tapi karena kontraknya habis, maka digelar lelang lagi. Lelang ini juga untuk mencari pelayanan yang lebih baik lagi," jelasya.
Dosen Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) ini menuturkan bahwa selain kualitas dan kuantitas, harga juga berperan penting dalam mensukseskan pengelolaan air di Batam.
Di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, berkaitan dengan harga, jangan ada kenaikan. BP Batam harus menjaga perasaan masyarakat yang sedang tertekan saat ini," jelasnya.
Di samping itu, suplai air bersih di Batam sangat bergantung dari air tadah hujan, sehingga sangat terkendala di musim kemarau.
"BP Batam harus masukkan klausul jaminan kuaitas dan kuantitas harga, begitu juga dengan ketersediaan air bersih. Salah satu contohnya di daerah Batuaji, mengenai kebutuhan air harus diperhatikan. Saya sering sekali mendengar mahasiswa saya disana mengeluh soal air ini," tuturnya.
(*)
Bagikan