Selasa, 14 Juli 2026 22:19 WIB
Penulis:Pratiwi

(sijori.id) – Kunyit telah lama dikenal sebagai salah satu rempah yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tanaman yang berasal dari rimpang Curcuma longa ini mengandung senyawa aktif kurkumin, yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiradang.
Kunyit dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun bubuk. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa bentuk konsumsi kunyit dapat memengaruhi penyerapan kurkumin oleh tubuh sehingga manfaat yang diperoleh juga berbeda.
Lantas, mana yang lebih baik, kunyit segar atau kunyit bubuk?
Kunyit segar masih mengandung minyak alami, serat, vitamin C, dan berbagai senyawa bioaktif yang belum mengalami proses pengolahan.
Mengonsumsi kunyit segar dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, mendukung keseimbangan mikrobiota usus, serta memberikan asupan antioksidan alami.
Meski demikian, kandungan kurkumin pada kunyit segar relatif sulit diserap tubuh. Hal ini karena kurkumin memiliki tingkat kelarutan yang rendah sehingga bioavailabilitasnya masih terbatas.
Selain itu, rasa kunyit segar yang cukup tajam membuat sebagian orang tidak mengonsumsinya dalam jumlah yang cukup untuk memperoleh manfaat maksimal.
Kunyit bubuk dibuat melalui proses pengeringan dan penggilingan rimpang kunyit sehingga menghasilkan kandungan kurkumin yang lebih pekat dibandingkan kunyit segar.
Sejumlah penelitian menunjukkan proses pemanasan saat pengeringan maupun memasak justru dapat membantu meningkatkan ketersediaan hayati (bioavailabilitas) kurkumin.
Agar penyerapannya semakin optimal, kunyit bubuk dianjurkan dikonsumsi bersama:
Lada hitam yang mengandung piperin, senyawa yang terbukti meningkatkan penyerapan kurkumin.
Lemak sehat seperti minyak zaitun, minyak kelapa, atau ghee, karena kurkumin lebih mudah larut dalam lemak.
Cara Menggunakan Kunyit
Kunyit Segar cocok untuk:
Dalam jumlah yang digunakan sebagai bumbu masakan, kunyit umumnya aman dikonsumsi.
Namun, konsumsi berlebihan, terutama dalam bentuk suplemen dosis tinggi, dapat menyebabkan:
Pada sebagian orang, konsumsi kunyit dosis tinggi juga dapat meningkatkan risiko batu ginjal karena mengandung oksalat.
Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen kunyit dosis tinggi jika Anda:
Tidak ada jawaban yang mutlak karena keduanya memiliki keunggulan masing-masing.
Pilih kunyit segar jika Anda:
Pilih kunyit bubuk jika Anda:
Bagi sebagian besar orang, memadukan kunyit segar dan kunyit bubuk dalam menu sehari-hari dapat menjadi pilihan terbaik untuk memperoleh manfaat gizi secara lebih optimal.
Meski demikian, perlu diingat bahwa manfaat kunyit sebagai bagian dari pola makan sehat tidak dapat menggantikan pengobatan medis. Untuk tujuan terapi atau penggunaan suplemen dosis tinggi, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan. (*)
Bagikan