digital
Selasa, 03 Agustus 2021 07:04 WIB
Penulis:Pratiwi

BATAM (sijori.id) - Belakangan ini banyak pengembang yang memasarkan rumahnya lewat kanal digital.
Tidak perlu memiliki web atau situs khusus, cukup memanfaatkan media sosial. Seperti yang banyak terlihat di media sosial, khususnya Marketplace Facebook.
Dari sisi penjualan, kini, pengembang mencoba teknik pemasaran baru dengan sistem cash keras dan cash bertahap. Tentu saja dengan diiming-imingi bonus menarik.
"Cash keras ini salah satu cara menarik perhatian kustomer. Karena jangka waktunya sebentar (beberapa bulan hingga beberapa tahun), maka diskonnya juga banyak. Cash keras ditujukan karena pengembang butuh uang cepat pengembalian modal di saat seperti sekarang ini," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Achyar Arfan beberapa waktu lalu.
Selain diskon dalam jumlah besar, biasanya pengembang selalu menyediakan properti siap huni agar bisa langsung ditempati si pembeli. Bersamaan dengan cash bertahap, pengembang juga selalu memberikan promo yang menarik.
Cash keras dan cash bertahap merupakan salah satu cara pengembang agar bisa bertahan hidup di tengah pandemi. Pasalnya di tengah kondisi sulit saat ini, perbankan masih sangat selektif dalam menerima pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Makanya, pengembang mengambil cara seperti itu, agar bisa tetap beroperasi. Disamping itu, tentu saja bunganya lebih murah.
"Tapi, pengembang tidak menyebutnya sebagai bunga, tapi prime rate. Kami tahu nilai uang makin lama makin turun. Nilai Rp 500 juta saat ini, belum tentu sama dengan lima tahun lagi. Jadi ada nilai sekarang dan nilai masa depan, itu yang membedakannya dengan bunga bank. Kami menyesuaikan besaran cash bertahap sesuai dengan nilai-nilai tersebut. Tentu saja berdasarkan rumus-rumus keuangan," paparnya.
Bagikan