Kamis, 11 Juni 2026 23:47 WIB
Penulis:Pratiwi
Editor:Pratiwi

(sijori.id) - Penggunaan pendingin ruangan atau air conditioner (AC) menjadi kebutuhan penting saat cuaca panas. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa mengatur suhu AC terlalu rendah justru dapat meningkatkan konsumsi listrik dan mempercepat kerusakan perangkat.
Salah satu panduan yang sering digunakan oleh teknisi dan praktisi HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) adalah aturan 20 derajat (20-degree rule).
Aturan 20 derajat menyatakan bahwa suhu AC idealnya tidak diatur lebih dari 20 derajat Fahrenheit (sekitar 11 derajat Celsius) lebih rendah dibandingkan suhu di luar ruang.
Sebagai contoh, jika suhu udara di luar mencapai 35 derajat Celsius, maka suhu AC sebaiknya tidak diatur di bawah 24 derajat Celsius.
Prinsip ini didasarkan pada kemampuan kerja sistem pendingin udara yang dirancang untuk menurunkan suhu ruangan secara efisien dalam rentang tertentu. Ketika perbedaan suhu terlalu besar, AC akan bekerja terus-menerus tanpa henti untuk mengejar target suhu yang sulit dicapai.
Ketika suhu AC diatur terlalu rendah saat cuaca sangat panas, kompresor akan bekerja lebih keras dan lebih lama. Kondisi ini dapat menimbulkan sejumlah dampak, antara lain:
1. Tagihan Listrik Membengkak
AC merupakan salah satu peralatan rumah tangga dengan konsumsi listrik terbesar. Jika perangkat bekerja hampir 24 jam tanpa jeda, penggunaan energi akan meningkat signifikan.
2. Umur AC Lebih Pendek
Kompresor dan komponen lainnya akan mengalami keausan lebih cepat jika dipaksa bekerja terus-menerus. Akibatnya, biaya perawatan dan risiko kerusakan menjadi lebih tinggi.
3. Pendinginan Tidak Selalu Lebih Efektif
Banyak orang mengira mengatur suhu AC ke angka paling rendah akan membuat ruangan lebih cepat dingin. Faktanya, sebagian besar AC bekerja dengan kapasitas yang sama. Pengaturan suhu yang terlalu rendah hanya membuat perangkat bekerja lebih lama.
Selain mengatur suhu secara bijak, ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kenyamanan ruangan tanpa membebani AC.
Gunakan Kipas Angin
Kipas angin membantu sirkulasi udara sehingga ruangan terasa lebih sejuk meskipun suhu sebenarnya tidak banyak berubah. Kombinasi AC dan kipas sering kali lebih efisien dibandingkan menurunkan suhu AC secara ekstrem.
Tutup Tirai atau Gorden
Sinar matahari yang masuk melalui jendela dapat meningkatkan suhu ruangan secara signifikan. Menutup tirai pada siang hari membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah.
Kurangi Sumber Panas di Dalam Rumah
Peralatan elektronik seperti televisi, komputer, konsol game, hingga lampu dapat menghasilkan panas tambahan. Mematikan perangkat yang tidak digunakan dapat membantu menjaga suhu ruangan tetap nyaman.
Lakukan Perawatan Berkala
Membersihkan filter dan melakukan servis rutin membantu AC bekerja lebih efisien sekaligus memperpanjang usia perangkat.
Banyak ahli merekomendasikan suhu AC antara 24 hingga 26 derajat Celsius untuk keseimbangan antara kenyamanan dan efisiensi energi. Rentang suhu ini juga dinilai lebih sehat dibandingkan pengaturan yang terlalu dingin.
Dengan menerapkan aturan 20 derajat dan kebiasaan penggunaan yang tepat, pemilik rumah dapat menghemat biaya listrik, mengurangi risiko kerusakan AC, serta menjaga kenyamanan ruangan selama cuaca panas. (*)
Bagikan