Jumat, 19 Juni 2026 09:55 WIB
Penulis:Pratiwi
Editor:Pratiwi

SINGAPURA (sijori.id) – National University of Singapore (NUS) turun dua peringkat ke posisi ke-10 dalam QS World University Rankings 2027. Meski demikian, NUS tetap mempertahankan statusnya sebagai universitas terbaik di Asia dan menjadi satu-satunya perguruan tinggi dari kawasan Asia yang masuk jajaran 10 besar dunia.
Peringkat terbaru yang dirilis lembaga pemeringkat pendidikan tinggi asal Inggris, Quacquarelli Symonds (QS), pada 18 Juni 2026 tersebut menilai kualitas universitas berdasarkan sejumlah indikator utama, termasuk reputasi akademik, reputasi di mata pemberi kerja, serta dampak riset yang diukur melalui sitasi per dosen.
Pada edisi sebelumnya, NUS menempati posisi kedelapan dunia. Penurunan ke posisi ke-10 terutama dipengaruhi oleh turunnya skor pada indikator sitasi per fakultas, meskipun kampus tersebut mencatat peningkatan pada aspek reputasi akademik dan reputasi pemberi kerja.
Meski turun dua peringkat, NUS masih menjadi institusi pendidikan tinggi dengan posisi tertinggi di Asia. Singapura juga menjadi salah satu dari empat negara yang memiliki universitas di jajaran 10 besar dunia, bersama Inggris, Amerika Serikat, dan Swiss.
Dalam pemeringkatan tahun ini, QS mengevaluasi sekitar 1.500 universitas dari 106 negara dan wilayah.
Juru bicara NUS mengatakan hasil tersebut mencerminkan komitmen kampus dalam menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan, memperkuat riset, serta membangun kolaborasi yang memberi dampak bagi masyarakat.
“Melalui kolaborasi erat dengan industri, pemerintah, dan komunitas, kami akan terus mengembangkan solusi atas berbagai tantangan global dan menciptakan dampak positif bagi Singapura maupun dunia,” ujar perwakilan NUS.
Sementara itu, Nanyang Technological University (NTU) mempertahankan posisi ke-12 dunia, menjadikannya salah satu universitas dengan performa paling konsisten di kawasan Asia.
Dua universitas lainnya dari Singapura mencatat peningkatan signifikan. Singapore Management University (SMU) naik 100 peringkat ke posisi 411 dunia dan kembali masuk kelompok 500 besar untuk pertama kalinya sejak 2020.
Peningkatan paling mencolok dicatat Singapore University of Technology and Design (SUTD). Kampus tersebut melesat 253 peringkat ke posisi 266 dunia, menjadikannya universitas dengan peningkatan terbesar dalam pemeringkatan tahun ini.
QS menempatkan tiga indikator utama sebagai komponen terbesar dalam penilaian, yaitu reputasi akademik (30 persen), sitasi per fakultas (20 persen), dan reputasi pemberi kerja (15 persen).
Reputasi akademik mengukur pandangan akademisi global terhadap kualitas sebuah universitas, sedangkan reputasi pemberi kerja mencerminkan tingkat kepercayaan dunia industri terhadap lulusan kampus tersebut.
Indikator sitasi per fakultas digunakan untuk mengukur dampak dan kualitas penelitian yang dihasilkan para akademisi.
NUS berada di peringkat ke-12 dunia untuk reputasi akademik, posisi ke-26 untuk reputasi pemberi kerja, dan peringkat ke-83 untuk sitasi per fakultas. Kampus tersebut naik dua posisi dalam reputasi akademik dan enam posisi dalam reputasi pemberi kerja, tetapi turun 19 peringkat pada indikator sitasi.
Sebaliknya, lonjakan SUTD didorong oleh peningkatan tajam dalam indikator sitasi per fakultas. Universitas tersebut kini berada di posisi ke-56 dunia untuk indikator tersebut, setelah sebelumnya berada di luar peringkat 700 besar.
Provost SUTD, Chee Yeow Meng, mengatakan peningkatan reputasi akademik dan reputasi pemberi kerja menjadi sinyal positif bagi institusinya.
“Reputasi pemberi kerja sangat berarti karena menunjukkan bagaimana lulusan kami dipandang oleh organisasi yang merekrut mereka. Sementara reputasi akademik mencerminkan pengakuan dari komunitas akademik global,” ujarnya.
Di tingkat global, Massachusetts Institute of Technology (MIT) kembali mempertahankan posisi pertama dunia untuk tahun ke-15 berturut-turut.
Posisi kedua ditempati bersama oleh Stanford University dan Imperial College London. Sementara University of Oxford dan Harvard University masing-masing berada di peringkat keempat dan kelima.
Hasil QS World University Rankings 2027 menunjukkan persaingan perguruan tinggi global semakin ketat, dengan universitas-universitas Asia terus memperkuat posisi melalui peningkatan kualitas riset, inovasi, dan daya saing lulusan di pasar kerja internasional. (*)
Bagikan