Pakistan Bidik Valuasi USD 1 Miliar Hotel Roosevelt

Kamis, 05 Februari 2026 16:25 WIB

Penulis:Pratiwi

pakistan.jpg

AMERIKA SERIKAT (sijori.id) - Pakistan mulai mengincar valuasi sedikitnya USD 1 miliar untuk Hotel Roosevelt di New York. Properti legendaris itu menjadi salah satu aset luar negeri paling berharga yang dimiliki negara tersebut. Namun, Islamabad tidak berniat menjualnya secara penuh. Pemerintah justru mencari mitra pengembangan ulang (redevelopment) melalui skema usaha patungan.

Mengutip Reuters, Pakistan bersedia melepas sebagian kecil saham properti yang berada di jantung Manhattan itu. Langkah ini menjadi bagian dari program privatisasi senilai USD 7 miliar yang didukung Dana Moneter Internasional (IMF).

Seorang pejabat senior pemerintah Pakistan menyebut minat investor global terhadap Hotel Roosevelt sangat tinggi. Properti berusia hampir satu abad itu dinilai memiliki potensi nilai jauh di atas USD 1 miliar jika proyek pengembangan ulang berhasil direalisasikan. Pemerintah juga menargetkan pembayaran awal sekitar USD 100 juta pada Juni 2026. Proyek tersebut diperkirakan rampung dalam waktu empat hingga lima tahun.

 

Lokasi Premium di Jantung Manhattan

Hotel Roosevelt berdiri di 45 East 45th Street, tepat di sudut Madison Avenue. Lokasinya hanya beberapa langkah dari Grand Central Terminal, Fifth Avenue, dan Times Square. Dalam dunia properti New York, kawasan itu termasuk yang paling prestisius.

Dibuka pada 1924, hotel bergaya Beaux-Arts itu dirancang George B Post & Son dan dibangun di atas jalur kereta aktif menuju Grand Central. Pada masanya, Roosevelt menjadi simbol kemewahan modern dengan lebih dari 1.000 kamar, suite mewah, serta fasilitas yang terbilang maju, termasuk layanan penitipan anak dan dokter internal.

Pada era 1940-an, hotel ini menjadi properti unggulan Conrad Hilton. Roosevelt juga mencatat sejarah sebagai hotel pertama di dunia yang menyediakan televisi di setiap kamar.

 

Dari Investasi Murah hingga Aset Kelas Dunia

Keterlibatan Pakistan bermula pada 1978, ketika investor properti Paul Milstein menyewakan hotel tersebut kepada PIA Investments Ltd, anak usaha Pakistan International Airlines, dengan opsi pembelian di kemudian hari. Pada 1998, PIA mengeksekusi opsi pembelian dengan nilai sekitar USD 36,5 juta—angka yang kini dianggap sangat murah untuk lokasi sekelas Manhattan.

Setelah proses hukum panjang, Pakistan sepenuhnya menguasai Roosevelt pada 2000. Sejak itu, hotel tersebut menjadi aset properti kelas dunia dengan potensi nilai jangka panjang yang besar.

 

Dari Hotel Ikonik ke Bangunan Kosong

Selama puluhan tahun, Roosevelt menjadi hotel bintang empat yang ramai. Hotel ini menjadi tempat favorit pebisnis, tokoh politik, hingga selebritas. Namun, pandemi Covid-19 pada 2020 menghantam industri pariwisata global dan memaksa hotel tersebut berhenti beroperasi.

Pada 2021–2023, gedung Roosevelt sempat digunakan sebagai tempat penampungan migran oleh Pemerintah Kota New York. Meski memberi pemasukan sementara, kebijakan itu menuai kontroversi. Awal 2026, fungsi tersebut berakhir dan bangunan kembali kosong, menunggu arah pengembangan baru.

 

Strategi Baru: Menjual Potensi Lahan

Menurut Pakistan, mempertahankan Roosevelt sebagai hotel tidak lagi menguntungkan. Bangunan tua membutuhkan biaya perawatan besar dan sulit bersaing dengan hotel-hotel mewah modern di Manhattan.

Karena itu, pemerintah merencanakan pembangunan ulang kawasan seluas sekitar 42.000 kaki persegi tersebut menjadi menara multifungsi setinggi 50–60 lantai. Proyek itu diperkirakan menarik investasi USD 3–4 miliar, dengan Pakistan tetap mempertahankan kepemilikan saham.

Langkah monetisasi aset ini sejalan dengan tekanan ekonomi yang dihadapi Pakistan, mulai dari cadangan devisa rendah hingga beban utang tinggi. Bagi Islamabad, Roosevelt bukan lagi sekadar simbol sejarah, melainkan instrumen strategis untuk mengoptimalkan nilai aset luar negeri di tengah tekanan ekonomi.   (*)