Pakistan Serang Balik Iran

Sabtu, 20 Januari 2024 06:35 WIB

Penulis:Pratiwi

pakistan strike iran.jpg

ISLAMABAD (sijori.id) - Pakistan menyerang wilayah Iran sebagai respons atas tindakan serupa yang dilakukan Iran dua hari sebelumnya. Serangan dilakukan pada Kamis 18 Januari 2024. Pakistan mengaku menggunakan drone dan roket untuk menyerang kelompok Baloch yang berbasis di Iran. Ini adalah kelompok yang dianggap sparatis oleh Pakistan.

Perkembangan ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya konflik antara kedua negara. Dan ini adalah pertama kalinya negara lain secara terbuka menyerang wilayah Iran sejak perang Iran-Irak tahun 1980an.

Kementerian Luar Negeri Pakistan  mengatakan sejumlah militant terbunuh dalam operasi berbasis intelijen. Serangkaian dilakukan sangat terkoordinasi dan ditargetkan secara khusus terhadap tempat persembunyian militan.

“Satu-satunya tujuan dari tindakan hari ini adalah untuk mencapai keamanan dan kepentingan nasional  Pakistan yang merupakan hal terpenting dan tidak dapat dikompromikan,” kata Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Lokasi serangan  yang dilakukan di bawah Operasi Marg Bar Sarmachar adalah provinsi Sistan-Balochistan di Iran tenggara. Intelijen militer Pakistan juga mengatakan bahwa sasarannya adalah pangkalan yang digunakan oleh dua kelompok militan separatis etnis Baloch. Mereka adalah Front Pembebasan Baloch (BLF) dan Tentara Pembebasan Baloch.

Kedua kelompok tersebut beroperasi di wilayah Balochistan. Sebuah wilayah yang mencakup provinsi Balochistan di barat daya Pakistan, provinsi Sistan-Balochistan di tenggara Iran, dan sebagian wilayah Afghanistan selatan. Kelompok-kelompok tersebut berjuang untuk kemerdekaan negara Balochistan.

Intelijen militer Pakistan mengatakan serangan presisi dilakukan dengan menggunakan drone pembunuh, roket, amunisi yang berkeliaran, dan senjata jarak dekat.

Laporan lokal menyebutkan bahwa serangan pesawat tak berawak dimulai sekitar pukul 04.30 pagi. Serangan  menghantam beberapa rumah pemukiman di desa Haq Abad. Sekitar 30 km dari perbatasan Pakistan.

Media Iran melaporkan bahwa beberapa rudal Pakistan menghantam sebuah desa di provinsi Sistan-Balochistan. Menteri Dalam Negeri Iran Ahmad Vahidi kepada Televisi pemerintah mengatakan bahwa empat anak, tiga perempuan, dan dua laki-laki meninggal dalam ledakan yang terjadi di sebuah desa. Laporan lain menunjukkan bahwa 10 orang dari satu keluarga meninggal dalam serangan tersebut. Termask enam anak-anak yang dilaporkan semuanya warga negara non-Iran.
Pernyataan Iran

Kementerian Luar Negeri Iran mengeluarkan pernyataan yang mengutuk serangan tersebut. Teheran juga telah memanggil diplomat senior Pakistan di Iran untuk memberikan penjelasan.

Sebelumnya Iran melakukan operasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan menyerang wilayah Pakistan.  Serangan ditujukan terhadap dua tempat yang diduga merupakan markas Jaish al Adl  (JAA). Sebuah kelompok yang dituduh melancarkan serangan di Iran. Termasuk terhadap Korps Garda Revolusi Iran dan polisi.

Pihak berwenang Pakistan mengatakan serangan Iran pada  Selasa 16 Januari 2024 itu menghantam warga sipil dan menewaskan dua anak. Pakistan marah terhadap serangan Iran yang digambarkan sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatannya.

Islamabad juga menarik duta besarnya dari Iran, dan memperingatkan Teheran agar tidak melakukan tindakan lebih lanjut. Rencana latihan gabungan antara angkatan laut Iran dan Pakistan juga telah dibatalkan.

Situasinya masih tegang untuk saat ini.Serangan lintas batas ini merupakan peningkatan paling serius antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.  Konflik ini terjadi di tengah situasi keamanan yang memburuk dengan cepat di wilayah yang lebih luas yang dipicu  perang  Hamas dan Israel. Sejak itu konflik merambat ke berbagai titik. Terutama di laut merah yang melibatkan kelompok Houthi.  

Kelompok ini menyerang sejumlah kapal dagang yang melintasi jalur air penting tersebut. Dan  sejak 12 Januari 2024 Amerika dan Inggris telah melakukan serangan terhadap posisi Houthi di Yaman. (*)