Pemerintah Daerah Diminta Memperhatikan Ketahanan Pangan sebagai Buntut dari El Nino

Minggu, 23 Juli 2023 19:43 WIB

Penulis:Pratiwi

Airlangga Rakornas.png
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

 

 

JAKARTA (sijori.id) – Pemerintah daerah diminta memperhatikan ketahanan pangan buntut dari El Nino.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Rakernas Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Nusantara Hall II ICE Bumi Serpong Damai, dikutip dari ekon.go.id, Jumat 21 Juli 2023. 

Airlangga meminta pemerintah daerah untuk terus waspada dampak El Nino yang berpotensi mengganggu proses produksi pangan nasional.  “Antisipasi harus didorong karena ketersediaan pangan di wilayah menjadi penting,” tandasnya.

Menko Airlangga juga memberikan beberapa arahan kepada Pemerintah Daerah terkait ketahanan pangan dan penurunan angka kemiskinan ekstrem yang diharapkan dapat turun mendekati 0 pada tahun 2024.

Lebih lanjut, Airlangga memberikan apresiasi atau dukungan kepada Pemerintah Daerah dalam menjaga inflasi. “Untuk inflasi, alhamdulillah, terima kasih kepada APKASI. (Inflasi) kita di angka 3,5%,” terang Airlangga. APKASI diharapkan mempermudah pemerintah untuk berkomunikasi, utamanya terkait regulasi. 

“Indonesia salah satu negara G20 yang tumbuh tinggi di antara negara-negara lain,” ujar Airlangga.

Kualitas pertumbuhan ekonomi turut diiringi dengan penurunan tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, dan rasio gini. Rasio gini adalah penggambaran pemerataan dan ketimpangan secara keseluruhan, mulai dari pendapatan hingga distribusi.

Fundamental ekonomi Indonesia masih berada di posisi yang kuat. Hal tersebut dinilai menjadi modal baik untuk menghadapi kondisi ekonomi global yang diprediksi melambat di tahun 2023. Meski demikian,

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2023 mencapai 5,03% (yoy) dengan PDB per kapita mencapai US$4.782 (Rp71,84 juta). Adapun inflasi kembali ke kisaran sasaran 3+1% dan melanjutkan tren penurunan menjadi 3,5% (yoy) pada bulan Juni 2023.(*)

Tags:El Nino