bp batam
Sabtu, 24 Januari 2026 21:53 WIB
Penulis:Pratiwi

BATAM (sijori.id) — Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatatkan kinerja solid pada sektor kepelabuhanan sepanjang 2025. Sektor ini kembali menjadi penopang utama penguatan iklim investasi dan daya saing ekonomi Batam.
Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam membukukan realisasi penerimaan sebesar Rp468,4 miliar. Capaian tersebut melampaui target 2025 sebesar Rp401,8 miliar atau setara 117%.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan, kinerja kepelabuhanan memiliki peran strategis dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kepercayaan investor.
“Pelabuhan merupakan wajah utama konektivitas dan logistik Batam. Kinerja yang tumbuh positif menjadi sinyal kuat kesiapan Batam sebagai tujuan investasi, baik industri, logistik, maupun perdagangan internasional,” ujar Amsakar dalam keterangan resmi, Kamis (22/1/2026).
Dari sisi operasional, arus peti kemas sepanjang 2025 tercatat mencapai 797.087 TEUs, tumbuh sekitar 18% dibandingkan tahun sebelumnya. Terminal Peti Kemas Batu Ampar menjadi kontributor utama dengan volume 522.941 TEUs atau sekitar 66% dari total arus peti kemas Batam.
Volume peti kemas Batu Ampar meningkat 24% secara tahunan, menegaskan posisinya sebagai salah satu simpul penting dalam jaringan logistik regional dan internasional. Sementara itu, volume general kargo tercatat sebesar 11,77 juta ton atau tumbuh 13%, seiring meningkatnya aktivitas industri dan perdagangan.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan, pertumbuhan dua digit tersebut merupakan hasil konsistensi pembenahan tata kelola dan peningkatan kualitas layanan pelabuhan.
“Fokus kami tidak hanya pada peningkatan volume, tetapi juga efisiensi dan kepastian layanan bagi pengguna jasa. Pelabuhan yang andal dan efisien menjadi kunci menekan biaya logistik dan meningkatkan daya tarik investasi,” kata Li Claudia.
Sepanjang Januari–Desember 2025, aktivitas kepelabuhanan juga ditopang oleh 109.174 kunjungan kapal barang dan penumpang, tumbuh 11% dibandingkan 2024. Total Gross Tonnage (GT) mencapai 73,18 juta GT atau meningkat 15% secara tahunan.
Dari sisi mobilitas penumpang, pelabuhan Batam melayani 9,37 juta penumpang domestik dan internasional sepanjang 2025, naik sekitar 8%. Terminal Ferry Internasional mencatat pertumbuhan tertinggi dengan total 5,3 juta penumpang atau tumbuh 10%.
Pertumbuhan penumpang terbesar berasal dari trayek Malaysia yang naik 32%, melampaui rute Singapura yang tumbuh 5% meski masih mendominasi secara volume. Capaian ini memperkuat posisi Batam sebagai gerbang utama pergerakan orang dan barang di kawasan perbatasan.
Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni menyebut capaian 2025 menjadi fondasi penting bagi transformasi layanan ke depan.
“Ke depan, kami mendorong layanan kepelabuhanan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan investor serta pelaku usaha,” ujarnya. (*)
Bagikan
bp batam
2 bulan yang lalu