Uni Eropa
Senin, 22 Desember 2025 15:01 WIB
Penulis:Pratiwi

EROPA (sijori.id) — Penjualan mobil China di Eropa malah terus meningkat. Tahun ini, penjualan mobil buatan China di wilayah Uni Eropa, Inggris, dan negara-negara EFTA diperkirakan menembus lebih dari 700 ribu unit. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan 408 ribu unit yang terjual sepanjang 2024.
Lonjakan itu terjadi meski Uni Eropa telah memberlakukan tarif tambahan hingga 35 persen sejak November tahun lalu, di luar bea masuk dasar sebesar 10 persen.
Namun kebijakan tersebut ternyata menyisakan celah. Tarif tinggi hanya menyasar kendaraan listrik murni dan mobil listrik jarak jauh. Sementara mobil hybrid dan bermesin pembakaran internal (ICE) tetap hanya dikenai tarif dasar 10 persen.
Situasi ini dimanfaatkan pabrikan China dengan menggeser strategi produk ke segmen hybrid dan ICE, yang lebih kebal terhadap lonjakan tarif. Biaya produksi mobil China yang 30 persen lebih murah dibandingkan Eropa membuat relokasi pabrik ke benua biru dinilai tidak ekonomis.
“Keputusan Uni Eropa meninggalkan lubang besar bagi mobil full hybrid, bahkan hybrid yang diimpor dari China,” ujar Managing Director Jefferies, Philippe Houchois, kepada Auto News. Sepanjang tahun ini, sekitar dua pertiga mobil China yang masuk ke Eropa hanya dikenai tarif standar 10 persen.
Dampaknya terlihat jelas pada komposisi penjualan. Jika pada periode Januari–Oktober 2024 mobil listrik menyumbang 44 persen dari total penjualan mobil China di Eropa, pada 2025 porsinya turun menjadi 34 persen.
Menurut Houchois, keputusan Uni Eropa yang hanya menargetkan teknologi tertentu lewat tarif tambahan justru menjadi langkah yang keliru.
Sementara itu, pembangunan pabrik mobil China di Eropa masih sangat terbatas. Tahun ini, jumlah kendaraan merek China yang dirakit secara lokal diperkirakan tak sampai 20 ribu unit. BYD menjadi pengecualian dengan rencana pabrik di Hungaria berkapasitas hingga 150 ribu unit per tahun.
Meski sejumlah produsen China menyatakan minat membangun fasilitas produksi di Eropa, realisasinya masih minim. Leapmotor berencana memproduksi model B10 di Spanyol, sementara GWM menargetkan kapasitas hingga 300 ribu unit di Eropa pada 2029.
Produsen lain seperti Dongfeng dan Hongqi masih mengkaji lokasi potensial. Adapun Chery, Xpeng, dan GAC telah lebih dulu merakit kendaraan dalam jumlah terbatas di Eropa. (*)
Bagikan