Kamis, 11 Juni 2026 22:25 WIB
Penulis:Pratiwi

DOVER (sijori.id) – Sebuah proyek pembangunan jalan raya di Inggris menghasilkan penemuan arkeologi luar biasa. Saat menggali tanah untuk pembangunan jalur penghubung A20 antara Folkestone dan Dover, para pekerja menemukan sebuah perahu berusia sekitar 3.500 tahun yang terkubur enam meter di bawah permukaan jalan modern.
Penemuan tersebut terjadi pada 28 September 1992 dan hingga kini masih dianggap sebagai salah satu temuan maritim paling penting dari Zaman Perunggu di Eropa.
Perahu kuno itu ditemukan dalam kondisi yang relatif terawat setelah terkubur selama ribuan tahun di bawah lapisan tanah yang kemudian berkembang menjadi kawasan perkotaan modern.
Ditemukan di Bawah Jalan Raya Modern
Awalnya, proyek pembangunan A20 hanya diperkirakan akan menemukan sisa-sisa pemukiman kuno atau struktur biasa yang umum ditemukan dalam penggalian arkeologi.
Namun, para pekerja justru menemukan potongan kayu besar yang berada jauh di bawah permukaan tanah. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, para arkeolog memastikan bahwa temuan tersebut merupakan bagian dari sebuah perahu besar dari Zaman Perunggu.
Lokasi penemuan yang berada tepat di bawah jalan raya modern menjadi salah satu aspek paling menarik dari kasus ini.
Di atasnya berdiri infrastruktur abad ke-20 yang digunakan ribuan kendaraan setiap hari, sementara di bawahnya tersimpan bukti aktivitas manusia dari sekitar 1.500 tahun sebelum Masehi.
Dibangun dengan Teknik Jahitan Serat Tumbuhan
Perahu tersebut dibuat menggunakan papan kayu ek yang disambungkan dengan teknik yang dikenal sebagai sewn-plank boat atau perahu papan jahit.
Alih-alih menggunakan paku logam atau baut seperti kapal modern, para pembuatnya menghubungkan papan-papan kayu melalui lubang-lubang yang kemudian diikat menggunakan serat tumbuhan.
Teknik tersebut menunjukkan tingkat keterampilan tinggi masyarakat Zaman Perunggu dalam bidang konstruksi kapal.
Dengan peralatan yang masih sederhana, mereka mampu membangun perahu yang cukup kuat untuk digunakan berlayar dan mengangkut barang maupun manusia.
Para peneliti menilai teknologi tersebut merupakan salah satu bentuk rekayasa maritim paling maju pada masanya.
Mengapa Perahu Bisa Terkubur Jauh dari Laut?
Banyak orang bertanya-tanya mengapa sebuah perahu ditemukan di bawah jalan raya dan bukan di tepi pantai.
Para ahli menjelaskan bahwa bentang alam berubah secara signifikan selama ribuan tahun. Sungai, rawa, garis pantai, hingga aliran air dapat bergeser akibat proses sedimentasi dan perubahan lingkungan.
Ketika perahu itu tidak lagi digunakan, perlahan-lahan ia tertutup lumpur dan sedimen. Seiring waktu, lapisan tanah terus bertambah hingga akhirnya kawasan tersebut berkembang menjadi bagian dari kota Dover modern.
Penemuan ini menjadi pengingat bahwa banyak kota saat ini berdiri di atas lapisan sejarah yang jauh lebih tua dari yang terlihat di permukaan.
Bukti Penting Kemampuan Navigasi Kuno
Posisi Dover yang berada di pesisir selatan Inggris menjadikannya wilayah strategis sejak ribuan tahun lalu.
Keberadaan perahu ini menunjukkan bahwa masyarakat Zaman Perunggu telah memiliki kemampuan navigasi yang cukup maju untuk melakukan perjalanan, perdagangan, maupun pertukaran budaya melalui jalur perairan.
Setiap bagian perahu, mulai dari papan kayu hingga ikatan serat tumbuhan, memperlihatkan adanya perencanaan dan pengetahuan teknis yang berkembang pada masa tersebut.
Karena itu, temuan ini tidak hanya menjadi artefak arkeologi biasa, tetapi juga bukti penting tentang perkembangan teknologi transportasi manusia pada masa prasejarah.
Proses Pelestarian yang Rumit
Mengangkat perahu yang telah terkubur selama ribuan tahun bukan pekerjaan sederhana.
Kayu yang selama berabad-abad berada dalam kondisi lembap dapat rusak dengan cepat ketika terkena udara terbuka. Oleh karena itu, proses pengangkatan dilakukan secara hati-hati untuk menjaga struktur asli perahu.
Setelah berhasil dievakuasi, bagian-bagian perahu menjalani proses konservasi khusus agar tidak mengalami kerusakan.
Upaya pelestarian tersebut memungkinkan para peneliti terus mempelajari teknik pembuatan kapal kuno sekaligus mempertahankan nilai sejarahnya bagi generasi mendatang.
Hingga kini, perahu Dover tetap menjadi salah satu artefak maritim Zaman Perunggu paling penting yang pernah ditemukan. Penemuan yang bermula dari proyek pembangunan jalan raya itu membuktikan bahwa di bawah kota-kota modern masih tersimpan jejak peradaban kuno yang menunggu untuk terungkap. (*)
Bagikan