Peran SNI Kedepan

Rabu, 30 November 2022 23:38 WIB

Penulis:Pratiwi

kepala-bsni.jpg

 

JAKARTA (sijori.id) - Kepala BSN melanjutkan, tantangan penerapan SNI di tahun depan, tentu semakin tinggi. Situasi ekonomi global, adanya perjanjian perdagangan internasional, hingga persoalan domestik seperti membanjirnya produk impor, bencana alam, masalah kesehatan, pendidikan, pariwisata, dan sebagainya, perlu adanya pendekatan penerapan SNI.

Apalagi Bapak Presiden RI, Joko Widodo telah mengatakan bahwa dunia termasuk Indonesia akan menghadapi tantangan yang begitu besar yakni resesi ekonomi pada 2023 mendatang. Tahun 2023 diprediksi akan menjadi tahun yang tidak mudah akibat krisis ekonomi, pangan, hingga energi akibat pandemi Covid-19 dan perang antara Rusia-Ukraina.

“Tantangan ekonomi yang berbeda dari tahun sebelumnya, terutama kendala dari sisi supply akibat dampak pandemi maupun karena terjadinya perang dan perubahan geopolitik, sementara dari sisi demandnya terus bertambah sehingga menyebabkan kompleksitas yang luar biasa,” ujar Kukuh.

Kendati demikian, pemerintah tetap optimis. Melansir laman liputan6.com Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto mengatakan, Pemerintah terus optimis bahwa Indonesia dapat mencapai pertumbuhan 5,2 atau 5,3 persen pada akhir tahun, serta pandangan optimis untuk tahun depan. Berbagai upaya dan strategi dilakukan.

Salah satunya peningkatan daya saing. Yang ini merupakan isu penting yang juga dibahas secara lebih mendalam pada Presidensi G20 Indonesia 2022, khususnya dalam Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG).

Tidak hanya itu, demi keberlanjutan industri dan perdagangan, standardisasi menjadi penting. Mulai dari sistem maupun produk dari organisasi/ jasa/ industri perlu dukungan standar.

Dengan peran SNI termasuk ajang SNI Award ini, diharapkan perusahaan dan organisasi siap menerima tantangan di masa-masa yang akan datang.

“SNI Award merupakan bagian dari upaya stimulasi peningkatan penerapan SNI. Sehingga diharapkan juga dapat mendorong produsen dan konsumen semakin menghargai aspek mutu, dan memahami perlunya mereka berpartisipasi aktif dalam pengembangan dan penggunaan SNI sebagai referensi penyediaan dan permintaan pasar,” ungkap Kukuh.

Sebagai The National Quality Award of Indonesia, SNI Award diharapkan dapat menjadi salah satu faktor yang menunjang penerimanya untuk dapat berkompetisi di tingkat global.

Sampai dengan bulan September 2022, BSN telah menetapkan 14.277 SNI. SNI tersebut terdiri dari lingkup pertanian dan teknologi pangan berjumlah 3.051 SNI; konstruksi berjumlah 1.120 SNI; elektronik, teknologi informasi dan komunikasi berjumlah 1.120 SNI; teknologi perekayasaan 2.092 SNI; umum, infrastruktur, dan ilmu pengetahuan sejumlah 981 SNI; kesehatan, keselamatan, dan lingkungan berjumlah 1.284 SNI; teknologi bahan sejumlah 3.821 SNI; teknologi khusus sebanyak 536 SNI; serta transportasi dan distribusi pangan sejumlah 741 SNI. (*)

Tags:bsn