Selasa, 06 Oktober 2020 18:15 WIB
Penulis:Pratiwi

JAKARTA (sijori.id) – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dapat mempertahankan kinerja operasional yang stabil selama pandemi. Walaupun pandemi, Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama kinerja operasional mengalami peningkatan positif hingga Agustus 2020.
“Volume distribusi gas meningkat dari bulan Juli 2020 sebesar 787 BBTUD menjadi sebesar 819 BBTUD pada bulan Agustus 2020. Anak Perusahaan PGN, PT Pertamina Gas (Pertagas) menyumbang 83 BBTUD dan PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) menyumbang 4 BBTUD. Sedangkan untuk volume transmisi meningkat dari bulan Juli 2020 sebesar 1.226 MMSCFD mencapai 1.257 MMSCFD pada bulan Agustus 2020,” katanya.
Penyaluran gas bumi, kata Rachmat ke pelanggan industri tertentu sesuai Kepmen ESDM 89K/2020 telah teralisasi 71% dari total alokasi. Di Agustus 2020, realisasi tersebut meningkat menjadi 270 BBTUD dari 250 BBTUD di Juli 2020.
Rachmat mengatakan tekanan pandemi COVID-19 masih terasa pada perekonomian Indonesia. Hal ini terlihat geliat yang lambat dan belum adanya ekspansi hingga Juli 2020. Namun sudah mengalami perbaikan menuju stabiliasi.
“Hampir semua sektor industri pelanggan Kepmen ESDM 89K/2020, mulai Semester II 2020 sudah rebound dengan adanya relaksasi dari pemerintah ini. Bahkan, industri keramik sudah menyatakan akan menggenjot ekspor keramik dengan adanya stimulus kebijakan harga gas,” ujar Rachmat.
Ia berharap beberapa waktu ke depan industri bisa semakin tumbuh. Sehingga ada peningkatan penyerapan gas. Optimisme PGN dalam melaksanakan Kepmen ESDM 89K/2020 diharapkan bisa menggerakkan produktivitas industri.
Adapun untuk realisasi penyaluran gas untuk pelanggan pembangkit listrik sesuai Kepmen ESDM 91K/ 020 telah mencapai kurang lebih 77% dari total alokasi gas sebesar 315 BBTUD. Namun, pada bulan Agustus 2020, realisasi penyaluran gas ke pembangkit listrik sesuai Kepmen ESDM 91.K/2020 mengalami penurunan sekitar 3%. Karena ada penurunan permintaan energi listrik.
Tahun 2020 PGN mengalokasikan anggaran belanja modal atau CAPEX sebesar USD 300 juta hingga USD 500 juta dan telah merealisasikan belanja modal (CAPEX) sebesar USD 123 juta sampai dengan Agustus 2020.
Rachmat mengungkapkan, CAPEX sebesar USD 62 juta hingga Agustus 2020 dialokasikan untuk mendukung usaha hulu (upstream). Sedangkan untuk bisnis hilir (downstream) sebesar USD 58 juta dan pengembangan fiber optic sebesar USD 3 juta.
“Pengembangan bisnis hulu meliputi pengembangan blok minyak dan gas, termasuk Lapangan West Pangkah dan Sidayu,” ucap Rachmat.
Perkembangan proyek West Pangkah saat ini, secara keseluruhan telah mencapai sekitar 82%. Sedangkan pada proyek Lapangan Proyek Sidayu, perkembangan pekerjaan fabrikasi pembangunan 2 platform sudah mencapai progres 78%.
Pengembangan di bisnis hilir meliputi pembangunan pipa minyak Rokan, pipa transmisi Gresik-Semarang, pengembangan pipa distribusi, pipa distribusi Kuala Tanjung, dan pengembangan fiber optic. First Welding di Pipa Minyak Rokan telah dilakukan, dan ditargetkan COD penuh mulai Trimester I 2022.
PGN dalam perannya sebagai sub holding gas, kata Rachmat secara berkelanjutan akan menjalankan kegiatan operasional dan investasi. Hal ini agar dapat menciptakan multiplier effect perekonomian nasional. PGN senantiasa berusaha untuk menjangkau wilayah-wilayah ekonomi baru yang memiliki potensi ekonomi yang baik, termasuk menjaga kehandalan infrastruktur gas bumi.
"Pada kondisi yang ditengah pandemi COVID-19, PGN juga turut mendukung program pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional, khususnya untuk industri tertentu, UMKM, jargas, dan pembangkit listrik," pungkasnya. (*)
Bagikan